Menu

Mode Gelap

Daerah · 30 Mar 2024 12:42 WIB ·

Diduga Ada Bau Busuk, Dari Awal Perijinan PT NKI di HP Kota Waringin


 Gambar Ilustrasi Perkebunan Sawit Perbesar

Gambar Ilustrasi Perkebunan Sawit

Bangka, Kabar Metro,-

Proses terbitnya izin Pemanfaatan Hutan oleh PT Narina Keisha Imani (PT NKI) di Hutan Produksi Desa Kota Waringin terindikasi kecurangan dan tercium Bau busuk. Sabtu, 30/03/2024

Hal ini setelah perkara ini dibidik oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Teranyar Mantan Gubernur Bangka Belitung (Babel) periode 2017-2022 Erzaldi Roesman Djohan diperiksa Kejati Babel. Dia diperiksa terkait kasus izin pemanfaatan hutan pada Kamis (28/3).

Erzaldi mengatakan, panggilan terhadap dirinya terkait izin pemanfaatan hutan di Desa Kota Waringin, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Beltung. Kata dia, luas lahannya mencapai 1.500 hektare.

“Pemanggilan ini berkenaan izin yang di keluarkan atau izin kerja sama pemanfaatan hutan pada kesatuan pengelolaan hutan di Desa Kota Waringin atas nama PT Narina Keisha Imani pada 2018,” katanya, Kamis (28/3).

Dia mengaku hanya akan diminta keterangan terkait izin lahan yang ditandangi saat menjabat Gubernur.

“Dulu izinnya untuk kebun pisang. (Apa ada pengalihan fungsi?) Tidak tahu. Tidak ada persiapan, (cuma) disuruh bawa berkas, ya bawa berkas apa yang mau disiapkan,” ungkapnya.

Dilain sisi muncul pernyataan dari mantan Kepala Desa Labuh Air Pandan, Badar yang pernah membenarkan jika lahan yang telah dikuasai PT NKI saat ini telah dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Bahkan, dia menyebutkan, lahan tersebut telah diperjualbelikan ke perusahaan (PT BAM).

“Rencana awalnya seluas 1500 hektar yang dikuasai PT NKI memang mau ditanam pohon pisang. Memang sempat nanam pohon pisang danporang namun tidak sampai 1 hektar. Nah sekarang justru berubah jadi kebun sawit yang lah dijual beli, kalo sekarang ada empat perusahaan yang masuk. Yaitu Yaitu PT NKI, PT BAM dan PT SAML serta PT FAL yang di perbatasan di wilayah Kotawaringin dan Desa Labuh,” beber Badar.

Aroma Busuk ini makin kentara ketika perizinan awalnya untuk penanaman Pisang disinyalir hanya sebagai akal-akalan untuk meluluskan perijinan.

Hal ini pun semakin mengundang tanya dimasyarakat, apalagi dengan luasan lahan yang hampir mencapai 1500 Ha seolah tak terendus.

Kemana para APH, kemana Polhut, kemana Gakum KLHK kok kejadian sebesar dan seluas ini tak terpantau. apakah memang tak terlihat, memang dibiarkan atau jangan-jangan ada main bersama? tanya HR, salah satu warga masyarakat yang merasa kecolongan dengan sikap PT NKI

PT NKI maupun KLHK sebagai Penanggung jawab terhadap Penegakan Hukum di kawasan Hutan hingga berita tayang belum berhasil dikonfirmasi dan masih dalam upaya untuk keberimbangan pemberitaan.

(Red)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tudingan Keterlibatan Oknum ASN dalam Aktifitas PETI DiBolsel Dibantah oleh”LM jika Dirinya selaku pemilik

16 Juli 2024 - 10:20 WIB

Ketua Laskar Lampung, Pertanyakan dan Siap Kawal Perkara Dugaan Korupsi di Tubuh DPU TR Kota Metro

16 Juli 2024 - 10:18 WIB

Pengawas Isi Siaran: KPID Babel Siap Kawal Pilkada 2024

15 Juli 2024 - 13:16 WIB

Gelar Rapimwil 2024 di Patal Senayan, BKPRMI Jakarta siap sukseskan Pilkada Damai

15 Juli 2024 - 05:41 WIB

Peran HJ. Bunda Indah dalam Parade Kebaya Nusantara Menggiatkan Indentitas Budaya

13 Juli 2024 - 23:43 WIB

RHRN Gelar Rapat Koordinasi: Langkah Strategis untuk Masa Depan

13 Juli 2024 - 21:47 WIB

Trending di News