Menu

Mode Gelap

Blog · 2 Apr 2024 20:53 WIB ·

Jalan Alternatif Pemudik di Karangwareng Cirebon Kondisinya Masih Rusak 


 Jalan Alternatif Pemudik di Karangwareng Cirebon Kondisinya Masih Rusak  Perbesar

CIREBON, Kabarmetro.co – Jalan alternatif yang bisa menjadi pilihan para pemduk di wilayah timur Kabupaten Cirebon, terutama di ruas jalan arteri Desa Karangasem, Kecamatan Karangwareng, masih rusak parah.

Jalur ini vital bagi pemudik yang akan menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya.

Pantauan Kabarmetro.co pada selasa (2/4/2024), jalan alternatif tersebut dipenuhi lubang-lubang besar dengan kedalaman mencapai 10 hingga 15 sentimeter.

Beberapa lubang bahkan memiliki diameter hingga lima meter.

Para pengendara, terutama pengendara motor, terpaksa harus berjalan zig-zag untuk menghindari lubang-lubang tersebut.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, termasuk truk dan bus yang melintas di jalur tersebut.

Budi (35), seorang sopir elf  yang melintas, mengeluhkan kondisi jalan yang memaksanya untuk menggunakan gigi satu agar bisa melanjutkan perjalanan.

“Ini parah pisan sih, saya harus pakai gigi satu kalau lewat sini. Soalnya enggak kuat, lubangnya dalam-dalam,” ujar Budi, Selasa.

Menurutnya, kerusakan jalan sudah terjadi sejak tahun lalu.

Namun kondisinya semakin parah sejak awal tahun ini akibat musim hujan.

“Wah bahayanya kalau habis hujan, lubangnya enggak keliatan, banyak yang jatuh,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera turun langsung memperbaiki jalan alternatif penghubung provinsi tersebut.

Jangan sampai, Cirebon dicap sebagai daerah yang memiliki jalan paling rusak oleh pemudik yang melewatinya.

“Sini bisa ke Jawa Tengah, lewat Waled, ke sana terus. Biasa buat alternatif pemudik juga,” jelas dia.

Warga setempat, Syahroni (40), menjelaskan, kerusakan jalan di sekitar rumahnya sudah berlangsung sejak lama dan semakin memburuk selama musim hujan belakangan ini.

“Dari Desember mulai rusaknya. Tadinya kecil jadi besar akibat musim hujan. Banyak lubang-lubang di sini,” kata Stahroni.

Dia sering menjadi saksi kecelakaan yang disebabkan oleh lubang-lubang tersebut, terutama melibatkan pengendara motor yang kurang berpengalaman bahkan ada salah satu pemotor yang jatuh hingga kakinya patah sampai sekarang masih menggunakan tongkat.

Syahroni mengharapkan, agar pemerintah segera mengambil tindakan perbaikan, terutama menjelang musim mudik.

Jalur ini sangat penting sebagai alternatif bagi pemudik yang hendak menuju Jawa Tengah dan perbaikan yang segera diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.

“Ya memang ini jalan alternatif buat mudik, kalau di Pantura macet, biasanya banyak yang lewat sini. Jalan ini kan tembus ke Waled, terus ke Brebes, Jawa Tengah,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Kabarmetro juga sudah memantau kondisi jalur wilayah Cirebon timur tersebut.

Namun hingga kini, pemerintah tampaknya belum memberikan perhatian lebih, karena rusaknya jalan masih terbilang cukup parah.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ngopi Kamtibmas Di Pos Satkamling

18 Juli 2024 - 09:50 WIB

Di Duga Proyek Pembangunan Rabat Beton Pekon Sukajaya terkesan Asal Jadi

18 Juli 2024 - 06:44 WIB

Asrenum Panglima TNI: 255 Produk Perlengkapan TNI Telah Mendapat Hak Cipta

18 Juli 2024 - 06:02 WIB

Pimpinan Pondok Pesantren Al- Zaytun Panji Gumilang Bebas Usai Menjalani Pidana Terkait Kasus Penistaan Agama

18 Juli 2024 - 05:44 WIB

Menggagas Provinsi Baru: GP4KN Ajak Pejabat dan Ahli Bahas Potensi Pariwisata Nias

18 Juli 2024 - 03:03 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Koto Petai Sebut tak Ada Perhatian Pemerintah 

18 Juli 2024 - 02:56 WIB

Trending di Daerah