Menu

Mode Gelap

Blog · 3 Apr 2024 12:16 WIB ·

Jurnalis Muda NU


 Jurnalis Muda NU Perbesar

 

Kabarmetro.co

Hari ini, saya memiliki agenda mengikuti cabang acara Pesantren Ramadan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cirebon yakni Pesantren Jurnalistik di Balai Latihan Kerja (BLK) Pesantren Ihya’ul Irfan, Desa Cikeduk, Kecamatan Depok. Saya berangkat dari rumah bakda (setelah) dzuhur. Sampai di sana sekitar pukul 13.30 WIB.

Acara belum dimulai. Sengaja datang lebih awal karena ingin membantu jalannya persiapan. Acaranya merupakan salah satu tanggung jawab dari Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) PC IPNU. Saya anggotanya.

Saya bantu mempersiapkan tempat duduk untuk peserta dan membawa sound system (salon). Sound system itu terletak di lantai dua asrama putra pesantren. Sound-nya besar. Berat juga. Saya gotong sound itu dan memindahkannya ke tempat berlangsungnya acara dengan susah payah.

“1, 2, 3, ayo.”

Begitu aba-aba setiap saya dan seorang teman membawa sound ketika menuruni setiap anak tangga. Setelahnya, saya diminta jadi moderator dalam sesi pelatihan jurnalistik. Pelatihannya sendiri diisi oleh Pimpinan Redaksi (Pimred) website keislaman bernama ikhbar.com, Sofhal Adnan (saya menyebutnya Kang Sofhal).

Website itu baru berdiri sekitar satu dua tahun, tapi prestasinya bukan main. Tahun lalu, ikhbar.com masuk 20 besar jajaran website keislaman terbaik di Indonesia.

Selain menjadi Pimred di ikhbar.com, dia juga dipercaya menjadi Pimpinan Lembaga Taklif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon. Sebuah lembaga yang bertanggung jawab mengurus masalah publikasi dan penerbitan kegiatan-kegiatan NU.

Ada banyak ilmu tentang jurnalistik dan kepenulisan berita yang saya dapat dari penyampaian Kang Sofhal. Saya pribadi memang banyak belajar tentang jurnalistik darinya.

Beberapa kali saya meminta saran dan masukan kepadanya tentang tulisan berita yang saya buat. Saya masih ingat betul masukan-masukannya. Dan semua itu benar-benar saya pakai. Sehingga, kata dia, tulisan berita saya semakin baik (meski belum sebaik dirinya).

Dia pernah mengajari saya tentang perbedaan antara memiliki dan mempunyai. Mempunyai itu, katanya, berawal dari proses. Sedangkan memiliki itu kodrati. Contoh, Ria mempunyai mobil baru (karena sebelumnya nabung dan sebagainya) dan Dani memiliki penyakit bawaan sejak kecil (kodrati).

Saya juga sering diingatkan olehnya tentang data dalam setiap tulisan yang dibuat. Juga soal objektivitas dan lain-lain. Saya terima semua itu sebagai bahan pembelajaran. Selain menjadi penulis, menjadi jurnalis juga bagian dari impian atau target hidup pribadi.

Selain itu, menjadi penulis tanpa memahami prinsip jurnalistik juga bisa membuat isi atau substansi tulisan kurang begitu bagus. Meski tidak semua, tapi rata-rata penulis biasanya memahami prinsip jurnalistik dan bahkan ketika muda merupakan seorang jurnalis.

Sebut saja misal Dahlan Iskan, Prof. Komarudin Hidayat, Nurcholish Madjid, Buya Syafi’i Ma’arif dan masih banyak nama-nama hebat lainnya. Mereka semua penulis dan pemikir hebat, juga jurnalis. Tulisan-tulisannya kritis, tajam dan layak menjadi rujukan.

Dalam pelatihan itu, saya juga ditugaskan unttuk melaksanakan agenda tindak lanjut daei pelatihan, bahasa teman-teman organisasi pelajar atau mahasiswanya follow up. Follow up diadakan sebagai bentuk pendampingan kepada peserta agar pasca pelatihan mampu menjadi jurnalis beneran. Jurnalis muda NU yang kemudian bisa menjadi kontributor di website IPNU Kabupaten Cirebon, namanya pelajarnuciebon.or.id.

Sementara ini, hanya saya dan beberapa orang teman yang jadi kontributor di sana. Sedikit –untuk tidak menyebut kekurangan–. Sehingga ada beberapa kegiatan IPNU maupun IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama) di Kabupaten Cirebon (khususnya di periode kepengurusan Wahyu Wibisono dan Ayu Nurul Aghniya) yang tidak bisa terpublikasi di website. Sebab tidak di semua kegiatannya saya ikut.

Selepas kegiatannya usai, saya teringat untuk kembali menghidupkan website keislaman di desa yang beberapa waktu lalu diberikan oleh LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Barangkali mubazir. Siapa tahu bisa berkembang dan berjajar dengan website-website keislaman lain seperti ikhbar atau lainnya.

Wallahu ‘alam

Ega Adriansyah

Kubangdeleg, 31 Maret 2024, 22.27 WIB

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tampilkan Keanekaragaman Budaya, Peserta PKA Angkatan IV dan Bimtek SPM PPSDM Makassar Kenakan Pakaian Adat

19 Juli 2024 - 22:15 WIB

Kintan Alam Stone Batu Alam Cirebon Yang Paling Diminati Di Pasaran

19 Juli 2024 - 19:54 WIB

Kader PSI Se Kota Bekasi Sepakat Usung Bro Pedro Maju Pilwalkot 2024

19 Juli 2024 - 19:28 WIB

Plt. Sekjen Kemendagri Dorong 13 Provinsi Percepat Implementasi Program Bedah Jantung Terbuka

19 Juli 2024 - 18:50 WIB

Perkokoh Nilai-Nilai Budaya Bangsa, Anniversary ke 5 FWJI Songsong Indonesia Maju

19 Juli 2024 - 17:51 WIB

Menkumham Kunjungi Kampung Laut Kawasan Nusakambangan Cilacap

19 Juli 2024 - 16:40 WIB

Trending di Nasional