Banjarmasin, Kabarmetro.co –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali melaksanakan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bertempat di depan bengkel kerja pada pukul 10.00 WITA, tiga orang WBP, yakni Bujang Gunawan, Jamal, dan Riyan, mengikuti kegiatan pembuatan tempe pada Sabtu (30/08/2025).
Proses pembuatan tempe dimulai dengan merebus kacang kedelai selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu, kedelai dikupas kulitnya, dibersihkan, lalu direndam selama satu hari. Tahapan berikutnya yaitu perebusan kembali selama 30 menit, kemudian ditiriskan dan dikeringkan.
Usai dikeringkan, kedelai dicampur dengan bahan tambahan berupa ragi dan tepung tapioka sebelum akhirnya difermentasi hingga menjadi tempe siap konsumsi.
Kasi Kegiatan Kerja, Hazairin, menyampaikan bahwa keterampilan membuat tempe sangat bermanfaat bagi WBP.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali WBP dengan kemampuan yang dapat mereka kembangkan setelah bebas nanti. Harapannya, keterampilan sederhana seperti membuat tempe bisa menjadi peluang usaha dan mendukung kemandirian mereka di masyarakat,” ujarnya.
Senada, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan program pembinaan yang aplikatif.
“Kami terus berupaya memberikan pembekalan keterampilan yang bermanfaat. Pembuatan tempe ini salah satunya, karena selain mudah dipelajari, tempe juga memiliki nilai ekonomi yang baik sehingga bisa dijadikan bekal usaha WBP setelah bebas nanti,” ungkap Kalapas.
Kegiatan pembuatan tempe ini tidak hanya memberi keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian dan jiwa wirausaha bagi para WBP. (Humas Lapas Banjarmasin)