Menu

Mode Gelap

Daerah · 21 Mar 2024 12:58 WIB ·

Kejati Sumsel Kembali Tetapkan Satu Orang Tersangka Dugaan Korupsi di Yayasan Batang Hari Sembilan


 Kejati Sumsel Kembali Tetapkan Satu Orang Tersangka Dugaan Korupsi di Yayasan Batang Hari Sembilan Perbesar

Sumsel, Kabar Metro,-

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada hari Rabu (20/03) kembali menetapkan 1 (satu) orang sebagai Tersangka sehubungan dengan Pengembangan penyidikan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batanghari Sembilan. Kamis 21/04/2024

Penetapan Tersangka Baru pada Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi penjualan Aset Yayasan Batanghari Sembilan berupa Asrama Mahasiswa di Jl. Puntodewo Yogyakarta Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor : PRINT-04/L.6/Fd.1/06/2023 Tanggal 07 Juni 2023.

Tim Penyidik telah mengumpulkan alat bukti dan barang bukti sehingga berdasarkan bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, kembali ditetapkan 1 (Satu) Orang sebagai tersangka dengan inisial yaitu NW selaku Oknum Pegawai BPN Kota Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka di Yogyakarta berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : TAP – 04/L.6.5/Fd.1/03/2024 tanggal 20 Maret 2024

“Bahwa sebelumnya tersangka telah diperiksa sebagai saksi dan berdasarkan hasil pemeriksaan dan sudah cukup bukti bahwa yang bersangkutan terlibat dalam Dugaan Perkara dimaksud, berdasarkan hasil gelar perkara/ekspose tim penyidik meningkatkan status dari saksi menjadi tersangka,” Terang Tim Penyidik

“Bahwa pada hari ini terhadap tersangka NW setelah kita tetapkan sebagai Tersangka kemudian kita bawa dari Yogyakarta menuju ke Palembang dan selanjutnya dilakukan tindakan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor : Print-06/L.6.5/Fd.1/03/2024 Tanggal 20 Maret 2024 untuk 20 (dua puluh) hari ke depan di Rumah Tahanan Negara Klas 1 A Pakjo Palembang dari tanggal 20 Maret 2024 sampai dengan 08 April 2024. Dasar untuk melakukan Penahanan sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Ayat (1) KUHAP

“Dalam hal adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana”,”Bebernya

“Kerugian Keuangan Negara sebagaimana telah disampiakan pada rilis sebelumnya kurang lebih sebesar Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh miliar rupiah), berdasarkan Penilaian KJPP terhadap Objek,”Jelasnya

Adapun Perbuatan tersangka melanggar : Primair Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor : 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-undang Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana;

Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor : 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-undang Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Bahwa para Saksi yang sudah diperiksa sampai saat ini berjumlah 46 (Empat puluh enam) Orang,”Pungkasnya

Modus Operandi Bahwa dari pengembangan penyidikan ditemukan adanya keterlibatan oknum tersebut dalam hal pengalihan hak.

Adapun peranan tersangka NW yaitu, adanya keikutsertaan dalam hal transaksi jual beli tentang pengurusan dan penerbitan sertifikat pengalihan hak atas objek.

(/red)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

40 Hari Menuju KPU: Gelombang Dukungan Kang Asep Japar Menggelombang Tinggi

19 Juli 2024 - 09:56 WIB

Polsek Sedong melaksanakan program “Police goes to school” Pembinaan dan Penyuluhan di SMK Bina Bangsa Desa Sedonglor.

19 Juli 2024 - 06:07 WIB

Pemerintah Desa Ci jengkol kecamatan caringin meyantuni 45 anak yatim piatu

18 Juli 2024 - 19:08 WIB

Transfer Knowledge Terkait PPK Diterima Petugas Pemasyarakatan Rutan Pemalang

18 Juli 2024 - 19:06 WIB

Di Duga Proyek Pembangunan Rabat Beton Pekon Sukajaya terkesan Asal Jadi

18 Juli 2024 - 06:44 WIB

Menggagas Provinsi Baru: GP4KN Ajak Pejabat dan Ahli Bahas Potensi Pariwisata Nias

18 Juli 2024 - 03:03 WIB

Trending di Daerah