Menu

Mode Gelap

Headline · 27 Mar 2024 22:52 WIB ·

Kembali, Perwakilan PT RBT Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Perkara Komoditas Timah Babel


 Kembali, Perwakilan PT RBT Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Perkara Komoditas Timah Babel Perbesar

Jakarta, Kabar Metro,-

Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) kembali menetapkan 1 orang TERSANGKA baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022. Rabu, 27/03/2024

Dalam Siaran Persnya bernomor PR – 279/102/K.3/Kph.3/03/2024, Kapuspenkum Kejagung RI Dr. KETUT SUMEDANA mennerangkan perkembangan perkara yang mengguncang dunia Pertimahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hingga saat ini, Tim Penyidik telah memeriksa total 148 orang saksi dalam perkara ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan dikaitkan dengan alat bukti yang cukup, Tim Penyidik telah menaikkan status  satu (1) orang saksi menjadi Tersangka yakni HM selaku Perwakilan PT RBT.

Adapun kasus posisi yang berkaitan dengan Tersangka HM yaitu: Sekira pada tahun 2018 s/d 2019, Tersangka HM selaku Perwakilan PT RBT menghubungi Tersangka MRPT alias RZ selaku Direktur Utama PT Timah Tbk dengan maksud untuk mengakomodir penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk;

Selanjutnya, terjadi pertemuan antara Tersangka HM dengan Tersangka MRPT alias RZ, lalu setelah beberapa kali pertemuan terjadi kesepakatan kerja sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah di wilayah IUP PT Timah Tbk, dimana Tersangka HM mengkondisikan agar smelter PT SIP, CV VIP, PT SBS, dan PT TIN mengikuti kegiatan tersebut;

Kemudian, Tersangka HM menginstruksikan kepada para pemilik smelter tersebut untuk mengeluarkan keuntungan bagi Tersangka sendiri maupun para Tersangka lain yang telah ditahan sebelumnya dengan dalih dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Tersangka HM melalui PT QSE yang difasilitasi oleh Tersangka HLN.

Pasal yang disangkakan kepada Tersangka HM adalah Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

Selanjutnya, Tersangka HM dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 27 Maret 2024 s/d 15 April 2024. Terangnya.

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Iriana Jokowi Buka Lomba Senam Kreasi Piala Ibu Negara Tahun 2024

18 Juli 2024 - 15:09 WIB

Jambret Beraksi di Johar Baru, Polisi Tangkap Pelaku dalam Waktu Singkat

18 Juli 2024 - 07:30 WIB

Asrenum Panglima TNI: 255 Produk Perlengkapan TNI Telah Mendapat Hak Cipta

18 Juli 2024 - 06:02 WIB

Danrem 012/TU Beri Penghargaan Anggota Kodim 0110/Abdya Amankan Terduga Pelaku Narkoba

17 Juli 2024 - 23:49 WIB

Ketua Umum IKKT Resmikan Renovasi Kantor IKKT PWA Pengurus Pusat

17 Juli 2024 - 11:13 WIB

Gelar Diklat Legal Drafting, BPSDM Kemendagri Dorong Pemerintah Daerah Tingkatkan Kualitas Regulasi

17 Juli 2024 - 11:09 WIB

Trending di Nasional