Menu

Mode Gelap

Sulawesi Utara · 5 Mei 2024 15:28 WIB ·

Makan Korban Lagi,,!!! Polres Boltim Terkesan “Diam MABES POLRI Diminta Tutup LOkasi PETI-16 Ha Didesa Lanut


 Makan Korban Lagi,,!!! Polres Boltim Terkesan “Diam MABES POLRI Diminta Tutup LOkasi PETI-16 Ha Didesa Lanut Perbesar

KABAR METRO com >>|| BOLTIM Sulawesi Utara.minggu(5/5/24) – Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tepatnya di ratatobang Desa Lanut Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Kembali memakan korban.

korban kecelakaan kerja Revandi Bikitane yang tertimpah material tanah dilokasi PETI hingga mengakibatkan patah tulang serius Kini masih terbaring kaku di Rumah Sakit (RS) Menado. Selain menelan korban kecelakaan, lokasi yang disebut-sebut 16 hektar ini juga sering terjadi keributan.

Foto.Korban yang mengalami Insiden Dilokasi Sengketa Tambang Ilegal Lokasi 16 Ha.Ratatobang.diduga belum Ada tindakan APH untuk Mempolice Line Lokasi PETI.

Meski demikian, Polres Boltim terkesan Diam dan para oknum PETI diduga Jems Turambi masih melenggang bebas sambil mengeruk material tanah dibukit ratatobang hingga nampak bukit ratatobang tak beraturan.

Diduga lahan aktifitas PETI Ratatobang ini masih dikendalikan oleh “Lukas dan “jems Turambi Keduanya Asal Manado Langowan. sebagai oknum pelaksana PETI serta “Irfan Tumembow sebagai pendana.

Kerusakan hutan yang masif, pencemaran lingkungan, adanya korban akibat aktifitas PETI dan tidak ada penindakan hukum yang tegas membuat Lembaga Ormas “Laskar Bogani Indonesia (LBI) angkat bicara.

“Jika polres boltim tidak segera memproses hukum oknum pelaku PETI di 16 hektar yang jelas telah memakan korban, Saya meminta Mabes Polri agar segera menurunkan tim untuk menghentikan aktifitas PETI yang jelas jelas telah merampok kekayaan negara dan merusak lingkungan,” tegas Maurts Lokong yang biasa disapa OPo Lokong Sebagai Kordinator Investigasi LBI.

Sebenarya untuk memprose hukum kepada oknum pelaku PETI sudah jelas dan sangat mudah. Dimana, oknum pelaku “Jems Turambi ini jelas-jelas telah membuat surat dan bertanggungjawab kepada korban Melalui”Irfan Tumembow dalam Surat perjanjian Kesepakatan bersama yang diduga Bunyi surat tersebut hanyalah sebuah bentuk Bujuk rayu kepada Korban”Revandi Bikitane.

“Apa lagi yang ditunggu, kapolres saat dikonfirmasi melalui Via pesan Whatshap tidak menanggapi Konfirmasi awak Media,Olehnya Kami mendesak, diminta segera police line lokasi 16 hektar dan proses hukun oknum-oknum pelaku PETI di 16 hektar,” Pintanya.

(Tim/Red)

Artikel ini telah dibaca 184 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tudingan Keterlibatan Oknum ASN dalam Aktifitas PETI DiBolsel Dibantah oleh”LM jika Dirinya selaku pemilik

16 Juli 2024 - 10:20 WIB

Pisah sambut Kapolres Minsel, AKBP Arianto Salkery, SH,MH gantikan AKBP Feri Renaldo Sitorus, SIK,MH

13 Juli 2024 - 09:31 WIB

Kapolri Berikan Kado Terakhir AKBP Feri Sitorus, Polres Minsel Raih Penghargaan Pelayanan Prima versi PEKPPP Nasional

11 Juli 2024 - 09:20 WIB

Warga Minta APH Priksa Kontraktor Nakal Dan BPJN Sulut, Diduga Aspal asal jadi sepajang Jalur Trans

9 Juli 2024 - 21:20 WIB

Sampaikan Selamat ke Yulius Selvanus Komaling, Susi Sigar dan Tim Siap Amankan Putusan Prabowo Subianto

9 Juli 2024 - 09:54 WIB

Pencemaran Nama Baik Di Sosial Media”Chandra Chan Dilaporkan Oleh OPO Lokong

8 Juli 2024 - 22:13 WIB

Trending di Sulawesi Utara