Menu

Mode Gelap

Daerah · 6 Mei 2024 21:24 WIB ·

Meski Telah Tersebut, Bang Jago dan Koordinator Tambang Ilegal Kolong Buntu Terindikasi Aman dan Bebas Berkeliaran


 Meski Telah Tersebut, Bang Jago dan Koordinator Tambang Ilegal Kolong Buntu Terindikasi Aman dan Bebas Berkeliaran Perbesar

Bangka, Kabar Metro,-

Hampir Satu Bulan pasca pembongkaran, dan penangkapan para penambang ilegal di Kolong Buntu kelurahan Sungailiat, Ditpolairud Polda Babel terkesan kesulitan membongkar dan mengungkap siapa sosok bang Jago dan koordinator pada penambangan ini. Senin 06/05/2024

Hal ini terlihat saat tersebutnya dua nama oknum Anggota Institusi yang hingga kini disinyalir belum tersentuh bahkan seolah dihilangkan peranannya.

Firada yang notabene nya sempat disebut-sebut memiliki peran penting dalam penambangan ini pun telah diamankan oleh Ditpolairud Polda Babel bersama 13 Pelaku tambang lainnya.

Kepada team media saat itu, Firada menyatakan dengan tegas bahwa dirinya dilibatkan disitu oleh Oknum Anggota Institusi asal Babel HD dan Agus RT yang saat ini pun telah ikut diamankan oleh Ditpolair Polda Babel.

Saya awalnya diminta oleh H*D* dan Agus RT untuk membantu membenahi management di Penambangan kolong Buntu, karena sebelumnya management di pertambangan kolong buntu ini berantakan. Ujarnya

Niatan Baik Firada inilah yang menyebabkan dirinya disebut-sebut dalam aktifitas pertambangan ilegal ini.

Saat disinggung peran para koordinator penambangan, kepada team media ini Firada menyebut dengan jelas tugas para koordinator

Sewaktu awal jalan setahu abang, Agus RT yang ngatur koordinasinya barulah di bantu oleh hadi. itu sepengetahuan abang dan sudah abang langsung cek dengan Agus dan H*D*

Awalnya Agus sebagai koordinator sekaligus yang menarik biaya ponton saat akan bekerja dan potongan 30% dari penambang dan beberapa hari kemudian tugas agus dilanjutkan oleh H*D*

H*D* bertugas selain sebagai koordinator juga sebagai pengamanan dan yang mengatur koordinasi ke APH

Sedangkan W*R* yang juga anggota K*R*M sebagai pembeli timah juga sekaligus sebagai pembantu pengamanan penambangan di Kolong Buntu. ujarnya

Ketika disinggung pembagian 30% kemana saja, Firada pun menegaskan perinciannya.

10% utk Koordinasi Eksternal (APH), 10% untuk Pembangunan 3 Masjid (Masjid Nangnung, Tanah Hongkong dan Beringan Nelayan 2), 10% untuk Kompensasi Masyarakat dan Team pengurus Lapangan.

Disini peran H*D* yang mengatur untuk pembagian ke 10% eksternal APH terangnya

Hal ini semakin menarik, karena HD dan WR kompak mengelak disebut peran sertanya di penambangan ini bahkan semakin ditegaskan oleh Dantim Intel Korem Adi Kurniawan pada keterangannya dimedia ini sebelumnya.

Disisi lain, team media pun kembali meminta tanggapan dari Suhendar SH MM, Pakar Hukum dari Lembaga Hukum Indonesia.

Kepada team media, dirinya menyayanngkan lambannya Penegakan hukum di Indonesia apabila bersentuhan dengan APH, Institusi, Orang Kuat maupun Pejabat.

Sangat disayangkan, cuma ya seperti inilah fenomenanya.

Kadang hukum terkesan lamban dan tumpul kalo bersebrangan dengan APH, Institusi, orang Kuat, Pejabat maupun orang yang berharta. ujarnya

Masih dikatakan oleh Suhendar SH MM, bahwa apabila sudah ada bukti petunjuk maupun permulaan, seharusnya Aparat Penegak Hukum melakukan Penyelidikan lebih lanjut.

Saat itu salah satu tersangka sudah mengatakan bahwa dirinya diajak Berkolaborasi aktifitas ilegal oleh oknum HD, lah terus kenapa sampai kini oknum HD itu seolah aman-aman saja.

Jika dia oknum Institusi yang tersebut, harusnya minimal dengan Tupoksinya APH melakukan klarifikasi, pemeriksaan awal dan tinggal dilimpahkan ke Polisi Militer apabila dia dari kesatuan militer. ujar Suhendar

Dan dipenghujung penyampaiannya, Sekjen LHI ini pun kembali menegaskan bahwa Demi tegakknya huku mewakili masyarakat meminta agar Ditpolairud Polda Babel Presisi dalam penegakan hukum.

Mari kite doakan sama-semoga, semoga kali ini Ditpolaiarud Polda Babel mampu ungkap perkara ini sampai ke akar.

Sebagai masyarakat, kita dukung APH dan Kepolisian dalam penegakan hukum. Yakinlah mereka tau dan dbekali ilmu tentang bagaimana mengungkap setiap perkara dengan berbagai kesulitanmya. Pungkas Suhendar

(Red)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolres Nagan Raya Tinjau dan Panen Raya Kebun Cabai di Beutong Ateuh Banggalang

23 Juli 2024 - 22:34 WIB

Pemkab Nagan Raya Terima Insentif Fiskal Rp5,84 Miliar atas Kinerja Pengendalian Inflasi

23 Juli 2024 - 19:04 WIB

Pemkab Nagan Raya sudah mengusulkan pembangunan sejumlah jembatan dan jembatan gantung

23 Juli 2024 - 18:58 WIB

Serahkan Bantuan Lampu PJU untuk Desa dan Pesantren, Pj Bupati Fitriany Farhas: Ini Hasil Lobi ke Kementerian dan Provinsi

23 Juli 2024 - 14:56 WIB

Pasca Putusan Pidana Pengawasan, Kabarnya Cucu Pengusaha Timah Diungsikan dan Sekolah di Jakarta

23 Juli 2024 - 10:46 WIB

Yasiani Laoli Sambangi Bupati Nias Barat Setelah Pulih dari Penyakit

23 Juli 2024 - 08:44 WIB

Trending di Daerah