Menu

Mode Gelap

Daerah · 3 Apr 2024 16:17 WIB ·

Penambangan Kolong Merbuk Berpotensi Ganggu Harkamtibmas, Penegakan Hukum di Bangka Tengah di Pertanyakan Masyarakat


 Penambangan Kolong Merbuk Berpotensi Ganggu Harkamtibmas, Penegakan Hukum di Bangka Tengah di Pertanyakan Masyarakat Perbesar

Bangka Tengah, Kabar Metro,-

Penegakan hukum di Kabupaten Bangka Tengah terindikasi hampir mencapai titik nadir terendah pasca terkangkangi oleh Penambangan liar di Wilayah Pencadangan Negara (WPN) Kolong Merbuk kecamatan Koba, namun diam saja. Rabu, 03/04/2024

Lontaran-lontaran keraguan terhadap penegakan hukum ini muncul setelah sejumlah warga masyarakat mempertanyakan kemampuan mereka dalam sikapi  aktifitas penambangan Ilegal yang dilakukan terang-terangan ini.

Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terkesan tak berkutik meski wilayah hukum nya di obok-obok penambang liar.

Dalam satu minggu terakhir, penambangan timah dikolong Marbuk eks PT. Koba Tin makin merajalela meski APH setempat melalui Kapolres AKBP Dwi Budi Murtiono,S.I.K.,M.H sudah mengetahui dan memberikan tanggapan terkait perihal ini

Diberitakan sebelumnya dari beberapa media yang ada di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kapolres Bangka Tengah AKBP Dwi Murtiono sudah memberikan tanggapan hingga mengucapkan rasa Terimakasihnya atas adanya konfirmasi dan laporan perihal terkait. Senin, (1/4)

Namun demikian bukannya membuat para penambang liar bernyali kecut malah faktanya makin Merajalela.

Aktifitas Tambang Pasca Kapolres Bangka Tengah Bersuara

Saat team media melakukan investigasi pasca konfirmasi dan ditanggapi oleh Kapolres Bangka Tengah, ternyata penambangan makin riuh dan ramai.

Terpantau pada Rabu sore, (3/4) suara mesin makin berderu terdengar dari kejauhan dan sangat jelas dari rumah warga yang tak jauh dari Kolong Marbuk Eks, PT. Koba Tin yang dijarah tersebut.

Dilokasi,  warga masyarakat setempat YS bahkan menerangkan bahwa kegiatan ini berjalan juga di malam hari.

” Malam tadi agik begawe bang, malah suara mesin makin jelas terdengar, ni sore juga mulai begawe terdengar dari seru suara mesin” jelasnya.

Lebih lanjut YS menuturkan, apabila hal tersebut tidak mendapat tanggapan dari APH Polres Bangka Tengah, YS beserta warga lainnya akan mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pemberhentian secara paksa.

” Kalau APH tidak mau tanggap dan dak de nyali karena ada hijau (oknum institusi) kami bersama warga disini akan datang untuk memberhentikan dangan demo”, tutupnya.

Satu dari pekerja tambang HR, warga pendatang asal Selapan saat berkesempatan dibincangi mengatakan, selagi oknum dilokasi tidak memberikan aba – aba untuk berhenti, maka meraka (penambang) akan terus melakukan kegiatan penambangan dikarenakan untuk bisa bekerja dilokasi tersebut para penambang sudah mengeluarkan sejumlah dana Konfensasi yang telah ditentukan oleh pihak koordinator (Oknum).

“Selagi bang Robet dan tim panitia tidak nyuruh berhenti, kami pun tetep kerja bang. Karena untuk kerje disini kami bayar duit masuk”, paparnya.

Kembali disinggung berapa besaran dana yang dikeluarkan agar bisa bekerja, HR pun enggan berkomentar lebih jauh dan memilih pergi meninggalkan wartawan.

Sementara Robet yang disebut-sebut sebagai pengelola maupun lapolres Bangka Tengah AKBP Dwi Budi Murtiono hingga kini belum memberikan tanggapan krmbali meski telah terkonfirmasi.

(Red)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kader PSI Se Kota Bekasi Sepakat Usung Bro Pedro Maju Pilwalkot 2024

19 Juli 2024 - 19:28 WIB

Perkokoh Nilai-Nilai Budaya Bangsa, Anniversary ke 5 FWJI Songsong Indonesia Maju

19 Juli 2024 - 17:51 WIB

40 Hari Menuju KPU: Gelombang Dukungan Kang Asep Japar Menggelombang Tinggi

19 Juli 2024 - 09:56 WIB

Polsek Sedong melaksanakan program “Police goes to school” Pembinaan dan Penyuluhan di SMK Bina Bangsa Desa Sedonglor.

19 Juli 2024 - 06:07 WIB

Pemerintah Desa Ci jengkol kecamatan caringin meyantuni 45 anak yatim piatu

18 Juli 2024 - 19:08 WIB

Transfer Knowledge Terkait PPK Diterima Petugas Pemasyarakatan Rutan Pemalang

18 Juli 2024 - 19:06 WIB

Trending di Daerah