Tangsel-KabarMetro. co
Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan di Kota Tangerang Selatan. Salah satunya melalui kegiatan “TEBA’ Komposter Alami”, sebuah program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.
Saat ini, Kecamatan Ciputat Timur tengah memulai pembuatan TEBA Komposter Alami sebagai bentuk komitmen nyata dalam pengurangan sampah dari sumbernya. Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dalam menangani persoalan sampah, terutama di tingkat hulu.
Hal tersebut disampaikan Rastra Yudhatama saat memberikan keterangan kepada KabarMetro.com, Jumat (9/1/2026). Ia menjelaskan bahwa program TEBA diawali dari niat dan keteladanan, dimulai dari lingkungan kantor kecamatan sebagai “rumah kedua” bagi para pegawai.
“Yang ingin saya lakukan adalah meniatkan dan memulai dari hal-hal kecil. Kepedulian terhadap pengolahan sampah itu harus dimulai dari kantor kita, dari rumah kedua kita setelah rumah pribadi masing-masing,” ujar Rastra.
Menurutnya, fungsi TEBA sebagai komposter alami sangat penting dalam mengelola sampah organik agar tidak langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kecamatan Ciputat Timur serius dan konsisten dalam upaya pengurangan sampah.
Selain TEBA, Kecamatan Ciputat Timur juga telah menjalankan program Bank Sampah secara rutin sejak tahun lalu. Setiap bulan dilakukan penimbangan sampah hasil kegiatan kantor, seperti sampah pegawai dan sampah dari kegiatan rapat.
“Ini bank sampah murni dari sampah yang dihasilkan pegawai kecamatan, bukan nebeng bank sampah lain. Semua ditimbang setiap bulan dan hasilnya nanti dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat,” jelasnya.
Rastra menambahkan, program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah, tetapi juga memberikan nilai manfaat ekonomi dan edukasi bagi para pegawai tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Camat Ciputat Timur mendorong seluruh kelurahan di wilayahnya untuk segera mengikuti langkah tersebut dengan membangun TEBA di masing-masing kelurahan. Ia menekankan bahwa keteladanan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar instruksi.
“Prinsip saya sederhana, satu keteladanan lebih baik daripada seribu perintah. Saya mencontohkan di kecamatan agar teman-teman lurah tergerak untuk membuat TEBA juga,” tegasnya.
Harapannya, program ini tidak berhenti di tingkat kecamatan dan kelurahan saja, tetapi dapat berlanjut hingga ke tingkat RW dan RT. Rastra berharap seluruh RW dan RT di Kecamatan Ciputat Timur nantinya memiliki TEBA dan sistem pengolahan sampah mandiri sesuai dengan kreativitas masing-masing wilayah.
“Harapan jangka panjang saya, semua RW dan RT punya TEBA dan pengolahan sampah sendiri. Silakan dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing, yang penting semangat pengurangan sampah itu berjalan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Kecamatan Ciputat Timur diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat di Kota Tangerang Selatan.
( 0kta)












