Tangsel-Kabarmetro.co
Usai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Ciputat yang digelar di Kelurahan Cipayung dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027, Senin (26/1/2026), Lurah Cipayung memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dan sedang dilakukan dalam penanganan permasalahan sampah di wilayahnya.
Saat dikonfirmasi KabarMetro.Co, Lurah Cipayung menjelaskan bahwa isu pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama pemerintah kelurahan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari sosialisasi hingga praktik langsung di lapangan agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat.
“Yang pertama sudah kami lakukan adalah menghimbau seluruh masyarakat untuk membuat biopori, komposter lubang, serta komposter alami cair dan metode pengolahan sampah lainnya. Kami juga memulai dari internal, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan, dengan membuat komposter alami sebagai contoh nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pemantauan ke wilayah kewilayahan, khususnya di tingkat RT dan RW, untuk melihat sejauh mana implementasi pengelolaan sampah tersebut telah berjalan. Beberapa RW disebut telah menunjukkan progres positif.
“RW 10 dan RW 12 sudah banyak membuat biopori, terutama di fasilitas umum dan ruang terbuka yang ada di wilayah mereka. Namun tantangan yang masih kami hadapi adalah bagaimana meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilah sampah, antara sampah organik dan anorganik,” jelasnya.
Menurutnya, sampah anorganik diarahkan untuk dikelola melalui bank sampah. Saat ini, Kelurahan Cipayung telah memiliki delapan bank sampah yang aktif dan berjalan dengan baik. Bahkan, salah satu bank sampah di Cipayung berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.
“Yang membanggakan, salah satu bank sampah di Cipayung pernah masuk dalam 10 besar bank sampah terbaik di Indonesia dengan peringkat nasional ke-8. Hingga saat ini, ketuanya masih aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada RW-RW lainnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi Kelurahan Cipayung. Ke depan, pihaknya tinggal mendorong dan memfasilitasi agar praktik baik tersebut dapat direplikasi secara lebih luas, sejalan dengan arahan pimpinan daerah dan harapan Wali Kota Tangerang Selatan.
“Bibit yang baik sudah ada, tinggal bagaimana kita dorong dan fasilitasi. Harapannya, ada dukungan berupa pelatihan serta bantuan sarana seperti komposter dan perlengkapan bank sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sehingga pengelolaan sampah di Cipayung bisa semakin optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
( Okta)












