Edukasi

Wakil Wali Kota Tangsel Tekankan Penguatan Bank Sampah dan Penanganan Banjir dalam Musrenbang RKPD 2027

×

Wakil Wali Kota Tangsel Tekankan Penguatan Bank Sampah dan Penanganan Banjir dalam Musrenbang RKPD 2027

Sebarkan artikel ini

Tangsel-Kabarmetro.co

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, H. Pilar Saga Ichsan, menghadiri pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, pada Selasa (28/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pilar Saga Ichsan menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait permasalahan sampah dan penanganan banjir di Kota Tangerang Selatan. Kepada KabarMetro.Co, Pilar menyampaikan bahwa dukungan masyarakat terhadap program pengelolaan sampah, khususnya melalui bank sampah, menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

“Alhamdulillah, dukungan masyarakat luar biasa. Pengolahan sampah kita dorong mulai dari rumah tangga dan lingkungan. Ini menjadi gerakan bersama dari Wali Kota, kepala OPD, camat, lurah, hingga ketua RW sebagai penggerak dan penanggung jawab pengelolaan sampah di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Pilar menambahkan, saat ini potensi bank sampah di Tangsel sangat besar karena banyak yang sudah berjalan sebelumnya. Menurutnya, tinggal dilakukan penguatan dan optimalisasi agar mampu mengurangi timbunan sampah harian yang mencapai sekitar 1.000 ton per hari.

“Harapannya, bank sampah ini bisa dimasifkan sehingga sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular. Ini adalah gerakan kolektif dan menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap kelurahan harus mengoptimalkan keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Pemerintah Kota Tangsel, lanjut Pilar, akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas program tersebut.

“Kalau mampu mereduksi sampah hingga 30 atau 40 persen, itu baru disebut sukses. Namun jika masih di bawah 10 persen, berarti ada yang salah dan perlu evaluasi terhadap program yang berjalan,” katanya.

Terkait penanganan banjir, Pilar mengungkapkan bahwa Kota Tangerang Selatan dinilai sebagai salah satu daerah yang paling berhasil dalam mengatasi banjir dari tahun ke tahun. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur dalam rapat koordinasi bersama para bupati dan wali kota.

“Titik banjir terus menurun, dan genangan yang terjadi tidak separah dulu. Saat hujan lebat, ketinggian air maksimal sekitar 50–60 sentimeter dan bisa ditangani hingga tuntas dalam waktu 8–9 jam sampai zero run off,” jelasnya.

Meski demikian, Pilar mengakui masih terdapat beberapa titik genangan yang perlu dituntaskan, di antaranya di wilayah Jurang Mangu dan Pondok Kacang Timur. Penanganan akan terus dilakukan secara bertahap melalui pembangunan infrastruktur hingga tahun depan.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangsel juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk normalisasi sungai utama, seperti Sungai Angke–Pesanggrahan dan Sungai Cisadane, termasuk penanganan dari wilayah hulu di Depok dan Bogor.

“Kalau sungai utama sudah tertangani, saluran lingkungan dan saluran kota kita bangun, insyaallah akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pilar menambahkan, selain pembangunan tandon air, Pemkot Tangsel juga memanfaatkan teknologi skala kecil seperti folder air, long storage di bawah jalan, serta pemasangan pompa air yang dinilai sangat efektif dalam mengurangi genangan.

“Program penanganan banjir ini masih menjadi prioritas utama. Target kami bersama Pak Wali Kota, permasalahan banjir di Tangsel bisa tuntas hingga tahun 2030,” pungkasnya.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *