Tangsel-Kabarmetro.co
Upaya meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah terus digencarkan di wilayah Kelurahan Sawah Baru. Karang Taruna RW 08 Tegal Rotan, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, resmi meresmikan Bank Sampah Karang Taruna RW 08 Tegal Rotan pada Jumat (13/2/2026).
Peresmian yang digelar di Sekretariat Bank Sampah Karang Taruna RW 08, Jalan Tegal Rotan Gang Madrasah 004/RW 008, Kelurahan Sawah Baru – Ciputat tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus bank sampah. Kegiatan ini menjadi langkah konkret warga dalam mendukung pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Ciputat yang diwakili oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Kecamatan Ciputat, Rosa Purnamasari, Lurah Sawah Baru Muslim, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan Odji Restanto, Ketua RW 08 Maulana Saiful Bahri, Ketua Bank Sampah Saiful Basri, serta para kader dan pengurus Bank Sampah RW 08.
Dalam sambutannya, Rosa menyampaikan apresiasi Camat Ciputat atas inisiatif warga RW 08 dalam mengaktifkan kembali bank sampah sebagai sarana edukasi dan pengelolaan sampah mandiri.
“Kami mengapresiasi semangat ibu-ibu dan para penggiat lingkungan di RW 08. Tanggung jawab terhadap sampah adalah tanggung jawab kita bersama, dimulai dari rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mendorong warga untuk membuat lubang biopori di pekarangan rumah sebagai solusi pengolahan sampah organik. Sampah organik rumah tangga, lanjutnya, dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori dan setelah kurang lebih tiga bulan dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk tanaman.
Rosa menambahkan, Kota Tangerang Selatan saat ini menghadapi tantangan serius terkait volume sampah. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kota maupun kecamatan.
Senada dengan itu, Lurah Sawah Baru Muslim mengucapkan terima kasih kepada jajaran RW 08 yang telah menginisiasi kembali bank sampah yang sebelumnya sempat tidak aktif. Ia berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Minimal di setiap RT atau RW bisa mulai membuat biopori. Kalau kita mulai dari lingkungan sendiri, insyaallah dampaknya akan terasa. Semoga keberadaan bank sampah ini dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang sekaligus menambah pendapatan keluarga warga,” ujarnya.
Sementara itu, Odji Restanto dari DLH Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa pembentukan bank sampah di setiap RW merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam merespons kondisi darurat sampah.
“Harapannya, sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah, sedangkan sampah organik dikelola melalui biopori. Dengan begitu, sampah yang dibuang ke luar lingkungan hanya tersisa residu sekitar 30 persen. Pemerintah daerah tidak akan mampu menyelesaikan persoalan ini tanpa dukungan masyarakat,” jelasnya.
Ketua Bank Sampah Karang Taruna RW 08, Saiful Basri, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan program secara konsisten. Ia berharap bank sampah dapat membantu program pemerintah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Harapan kami, bank sampah ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Warga bisa menabung sampah anorganik, sekaligus menambah penghasilan keluarga dari hasil pengelolaan tersebut,” ungkapnya.
Dengan diresmikannya Bank Sampah Karang Taruna RW 08 Tegal Rotan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat serta mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi volume sampah di Kota Tangerang Selatan.
( Okta)












