*Kabarmetro.co-* Ketenangan warga pada bulan Ramadan mendadak terganggu, dengan adanya kegaduhan perang Petasan dan Balon air, di sekitaran Alun -alun Kota Pemalang yang dilakukan para Remaja belasan tahun.
Sutarjo ( 55 ) Seorang warga yang kebetulan lewat di lokasi kejadian menuturkan,Jika salin lempar petasan dan air sangat berbahaya, apalagi bulan Puasa setelah sahur, Warga banyak yang istirahat tidur kembali setelah sholat subuh,
“Lempar -lemparan petasan sangat berbahaya, apalagi kalau kena orang lewat, kalau kena sendiri ngga apa – apa biar ngerasain sendiri,” katanya sewot.
Menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait adanya perang petasan dan balon air yang terjadi di kawasan Alun-Alun Pemalang tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja, segera menuju lokasi untuk membubarkan kegiatan berbahaya itu.
Dari hasil penertiban perang, Satpol PP mendapati Ratusan Petasan dan Balon berisi air yang belum sempat dilemparkan.
Kepala bidang ketentraman dan penertiban umum masyarakat ( Trantibumas ) Agus Sarwono, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian perang petasan dan balon air tersebut,
“Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penghalauan serta penertiban guna menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat sekitar,”ujar Agus pada saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, pada Senin ( 23/2 )
Kegiatan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung serta mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar alun-alun.
“Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas memberikan pembinaan secara langsung di tempat kepada para pelaku, serta menyampaikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat,Langkah ini kita lakukan sebagai bentuk penegakan peraturan daerah sekaligus upaya preventif agar kejadian serupa tidak kembali terulang,”tutupnya.














