Berita

Rapat Pleno PB-PWRI Tetapkan Dr. H. Setiyanto P. Santosa sebagai Pj. Ketua Umum

×

Rapat Pleno PB-PWRI Tetapkan Dr. H. Setiyanto P. Santosa sebagai Pj. Ketua Umum

Sebarkan artikel ini

Jakarta Selatan –Kabarmetro.co

 

 

Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB-PWRI) menggelar Rapat Pleno pada Selasa, 14 April 2026 lalu, bertempat di Gedung Wredatama PB-PWRI, Jalan Pinang No. 89, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh unsur pengurus PB-PWRI beserta jajaran, serta diikuti secara langsung dan daring oleh perwakilan dari berbagai daerah.

Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat organisasi, rapat juga dihadiri oleh unsur pengurus PWRI dari Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah yang turut bersilaturahmi sekaligus berpartisipasi aktif dalam agenda pleno. Sejumlah pengurus dari daerah lain juga mengikuti jalannya rapat melalui Zoom Meeting, memberikan suara serta apresiasi terhadap proses pengambilan keputusan yang berlangsung.

Agenda utama rapat pleno ini adalah mengisi kekosongan jabatan Ketua Umum PB-PWRI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menyusul wafatnya Ketua Umum sebelumnya, Prapto Hadi. Dalam proses yang berlangsung secara musyawarah dan mufakat, seluruh peserta rapat sepakat menunjuk Dr. H. Setiyanto P. Santosa, SE., M.Ec. sebagai Pejabat Sementara (Pj.) Ketua Umum PB-PWRI.

Penunjukan tersebut didasarkan pada rekam jejak dan pengalaman panjang Dr. Setiyanto dalam berbagai organisasi, baik di lingkungan pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Deputy Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/Badan Pembina BUMN, serta hingga kini masih aktif menjalin hubungan dengan berbagai kalangan birokrasi di tingkat pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Dr. Setiyanto menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya hingga terselenggaranya Musyawarah Nasional (Munas) XV PWRI Tahun 2026. Munas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Jakarta.

“Munas XV nantinya akan menjadi forum tertinggi organisasi untuk memilih dan menetapkan Ketua Umum PB-PWRI secara definitif. Kami akan memastikan seluruh tahapan berjalan dengan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan organisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam pelaksanaan Munas XV, panitia pusat akan memberlakukan sistem kuota kehadiran bagi peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan beban biaya, baik di tingkat pusat maupun daerah, tanpa mengurangi esensi partisipasi dan representasi organisasi.

Rapat pleno ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat sinergi antar pengurus pusat dan daerah dalam menghadapi agenda besar organisasi ke depan. Dengan kepemimpinan sementara yang telah ditetapkan, PB-PWRI optimistis dapat melanjutkan roda organisasi secara stabil dan produktif hingga terpilihnya kepemimpinan definitif melalui Munas XV mendatang.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *