Berita

Air Bersih Masih Jadi Mimpi, Warga Kp Johor Titip Harapan ke Pemkab Sukabumi

×

Air Bersih Masih Jadi Mimpi, Warga Kp Johor Titip Harapan ke Pemkab Sukabumi

Sebarkan artikel ini

Di tengah gencarnya program perluasan layanan air bersih yang terus digaungkan Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi melalui program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Sambungan Langsung (SL) Mandiri, masih ada sebagian warga yang hingga kini belum merasakan aliran air bersih PDAM di rumah mereka.

Warga Kampung Johor, Kampung Paris, dan sejumlah wilayah di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengaku masih harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari dengan cara mengambil air dari sumber jauh, bahkan mengandalkan pasokan dari perusahaan swasta.

Kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Ironisnya, wilayah Cibadak sendiri merupakan salah satu area pelayanan lama PDAM Kabupaten Sukabumi sejak awal berdiri pada tahun 1990. Namun hingga kini, sebagian masyarakat di Desa Pamuruyan merasa belum tersentuh pemerataan layanan air bersih.

“Kalau butuh air, warga di sini ngambil ke Pabrik Japfa, kadang bawa kompa,” ujar salah seorang warga Kampung Johor kepada wartawan.

Bagi masyarakat setempat, persoalan air bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga biasa. Saat musim kemarau datang, kondisi menjadi semakin memprihatinkan. Sumur warga mulai mengering dan sebagian warga harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mendapatkan air layak pakai.

Rokib, warga Kampung Paris RT 03 RW 06 Desa Pamuruyan, menuturkan bahwa ketika kemarau berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, warga mulai kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Kalau kemarau lewat tiga minggu, sumur mulai kering. Warga ambil air ke PT Japfa, memang tidak dipungut biaya, tapi lokasinya jauh. Harus pakai motor, bahkan ada yang minta bantuan orang lain dan kasih upah,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dinilai cukup membebani masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah. Selain menguras tenaga, biaya tambahan untuk transportasi dan pengangkutan air menjadi persoalan tersendiri bagi warga.

Di sisi lain, masyarakat mengaku terus mengikuti perkembangan program sambungan air bersih yang dilakukan pemerintah daerah maupun PDAM. Mereka berharap program MBR dan SL Mandiri benar-benar menyentuh warga yang selama ini belum memiliki akses air bersih layak.

Warga pun menitipkan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan DPRD Kabupaten Sukabumi agar memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut. Mereka berharap pembangunan jaringan pipanisasi dapat segera direalisasikan sehingga warga tidak lagi bergantung pada sumber air terbatas maupun bantuan pihak lain.

Bagi masyarakat Kampung Johor dan sekitarnya, hadirnya air bersih PDAM bukan hanya tentang fasilitas semata. Lebih dari itu, aliran air bersih menjadi simbol harapan akan kehidupan yang lebih sehat, layak, dan manusiawi di tengah perkembangan pembangunan daerah yang terus berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *