Tangsel-Kabarmetro.co
Ratusan relawan mengikuti kegiatan susur Sungai Ciputat sepanjang kurang lebih 4 kilometer pada Minggu (31/05/2026) pagi. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Perumahan Cipayung Mas, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat tersebut bertujuan mencari akar permasalahan sekaligus merumuskan solusi atas genangan air yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah setelah hujan reda.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Peduli Sungai Ciputat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga, pengurus RT/RW, komunitas lingkungan, akademisi, hingga sejumlah instansi pemerintah. Selain menyusuri aliran sungai, para peserta juga melakukan aksi pembersihan sampah dan pendataan kondisi sungai sebagai bahan evaluasi penanganan ke depan.
Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, turut turun langsung ke dasar sungai bersama para relawan untuk melihat kondisi riil di lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut lahir dari keresahan warga yang masih sering menghadapi genangan air meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan.
“Beberapa wilayah RT masih mengalami genangan air setelah hujan. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi sungai untuk mengetahui apakah terdapat kendala atau persoalan yang menyebabkan aliran air tidak berjalan lancar,” ujar Dini di sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan susur sungai ini tidak sekadar menjadi aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi menghambat aliran air. Seluruh peserta diminta mencatat setiap temuan di lapangan untuk kemudian disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan tindak lanjut.
“Kalau ada temuan-temuan di lapangan, mohon dicatat. Nantinya akan kita sampaikan kepada instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Dalam penyisiran tersebut, para relawan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi sungai yang memiliki kedalaman dan karakteristik berbeda di setiap titik. Di beberapa lokasi, kedalaman air bahkan mencapai setinggi dada orang dewasa dengan arus yang cukup deras.
“Saya juga turun langsung ke sungai. Ada titik yang airnya mencapai di atas dada dan ada yang arusnya cukup deras. Karena itu, sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan diarahkan ke titik jaring yang telah dipersiapkan oleh relawan,” jelas Dini yang didampingi Nia, salah seorang relawan sekaligus inisiator kegiatan.
Hasil penyisiran menunjukkan masih banyak sampah yang mencemari aliran Sungai Ciputat. Tidak hanya sampah rumah tangga dan plastik, para relawan juga menemukan ranting pohon, batang kayu, serta material lain yang tersangkut dan berpotensi menghambat aliran air.
“Bukan hanya sampah rumah tangga, tetapi juga banyak batang pohon, ranting, dan kayu yang ditemukan di sepanjang aliran sungai,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, unsur Kepolisian, kalangan akademisi, serta berbagai komunitas peduli lingkungan. Untuk mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung, sebanyak 10 unit ambulans juga disiagakan di sejumlah titik.
Melalui kegiatan susur sungai ini, diharapkan dapat diperoleh data dan informasi yang komprehensif mengenai kondisi Sungai Ciputat, sehingga langkah-langkah penanganan genangan air dan pelestarian lingkungan dapat dilakukan secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
( Okta)














