Tangsel-Kabarmetro.co
Festival Budaya Cempaka Putih bertajuk “Harmoni Budaya, Cempaka Putih Berdaya” berlangsung meriah di halaman Kantor Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam keberagaman.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, H.Muhamad Ervin Ardani, yang hadir mewakili Wali Kota Tangerang Selatan. Turut hadir Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Komisi II H.Ricky Y.Bastian, Kasi Pemerintahan Kecamatan Ciputat Timur H. Qurtubie, Lurah Cempaka Putih purnatugas Tarmizi, tokoh masyarakat, para Ketua RT/RW, Karang Taruna Kelurahan Cempaka Putih, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Kasi Pemerintahan Kecamatan Ciputat Timur H. Qurtubie menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival budaya yang dinilai mampu memperkuat silaturahmi dan menjaga kekompakan warga. Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Cempaka Putih merupakan aset yang harus terus dilestarikan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kelurahan Cempaka Putih memiliki sejarah prestasi yang membanggakan, termasuk pernah meraih penghargaan dalam lomba administrasi kelurahan. Selain itu, wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian kesenian tradisional, termasuk Reog Ponorogo yang telah menjadi salah satu ikon budaya di lingkungan masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan hadir dalam kegiatan ini. Semoga festival budaya ini dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi ladang keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan Muhamad Ervin Ardhani menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mendukung berbagai kegiatan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.
Menurutnya, keberadaan berbagai kelompok seni budaya di Cempaka Putih menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang multikultural dan multi-etnis.
“Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui berbagai perangkat daerah sangat mendukung kegiatan seni dan budaya yang digagas masyarakat. Saya mendengar bahwa Reog Ponorogo telah menjadi salah satu ikon di Cempaka Putih, bahkan anggotanya berasal dari berbagai latar belakang suku. Ini menunjukkan bahwa Tangerang Selatan adalah kota yang heterogen, multikultural, dan penuh toleransi. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga bersama,” kata Ervin.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Cempaka Putih, Bintang Mustari, menjelaskan bahwa festival budaya tersebut merupakan program hasil usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Cempaka Putih tahun 2025.
Berbagai kegiatan ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari lomba tari, lomba mural, pertunjukan Reog Ponorogo, pencak silat, hingga penampilan musik dari komunitas lokal. Acara juga mendapat dukungan dari berbagai pihak yang turut menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
“Festival ini merupakan pesta rakyat yang memberikan ruang hiburan sekaligus mempererat kebersamaan warga. Harapan kami ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan lebih meriah sehingga masyarakat semakin terhibur dan budaya lokal tetap terjaga,” ujar Bintang.
Pada kesempatan tersebut, panitia dan masyarakat juga memberikan apresiasi kepada Lurah Cempaka Putih purnatugas Tarmizi atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin wilayah tersebut.
Melalui Festival Budaya Cempaka Putih 2026, masyarakat tidak hanya disuguhkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga diajak untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Tangerang Selatan.
( Okta)













