Berita

Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pembinaan Pendidikan, Warga Binaan Jalani Kuliah S1 Bersama Universitas PGRI Kalimantan

×

Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pembinaan Pendidikan, Warga Binaan Jalani Kuliah S1 Bersama Universitas PGRI Kalimantan

Sebarkan artikel ini

Karang Intan, Kabarmetro.co

Semangat belajar dan pembinaan diri terus tumbuh di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui Program Perkuliahan Strata Satu (S1) bagi warga binaan. Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, dosen Universitas PGRI Kalimantan, Erni Susilawati, menyampaikan materi mata kuliah Pendidikan Agama Islam kepada warga binaan yang berstatus sebagai mahasiswa, Jumat (10/07/2026).

Pelaksanaan perkuliahan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal dalam proses perubahan diri. Melalui pembelajaran yang berkelanjutan, warga binaan tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, moral, dan kesadaran spiritual selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan perkuliahan berlangsung dengan pendampingan dan pengawasan petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Taufik Hidayat, untuk memastikan proses pembelajaran berjalan tertib, aman, dan kondusif. Kehadiran petugas dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Lapas terhadap pelaksanaan program pendidikan yang memberikan manfaat positif bagi perkembangan warga binaan.

Dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam, dosen pengajar menyampaikan materi yang berkaitan dengan pembentukan akhlak, penguatan keimanan, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab yang mendorong mahasiswa untuk memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan.

Bagi warga binaan, kesempatan mengikuti perkuliahan Pendidikan Agama Islam menjadi ruang untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan memperbaiki kualitas diri. Pembelajaran tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan secara akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat nilai spiritual, serta membangun sikap positif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa pendampingan dalam kegiatan perkuliahan merupakan bentuk dukungan Lapas dalam memastikan program pembinaan berjalan secara optimal.

“Program perkuliahan ini menjadi salah satu wadah bagi warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Kami melakukan pendampingan serta pengawasan agar kegiatan berjalan dengan baik, sehingga warga binaan dapat mengikuti proses pembelajaran secara maksimal dan memperoleh manfaat, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” ujar Taufik.

Sementara itu, dosen pengajar Universitas PGRI Kalimantan, Erni Susilawati, mengapresiasi antusiasme warga binaan dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

“Saya melihat semangat belajar yang sangat baik dari para mahasiswa. Pendidikan merupakan hak setiap orang, termasuk warga binaan. Melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam, kami berharap mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman akademik, tetapi juga mampu menanamkan nilai keimanan, akhlak, dan sikap positif yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik,” tutur Erni.

Program Perkuliahan S1 di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan merupakan hasil kerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Kehadiran program pendidikan tinggi ini menjadi salah satu bentuk inovasi pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tetap menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi diri meskipun sedang menjalani masa pidana.

Melalui pelaksanaan perkuliahan yang berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku, peningkatan wawasan, serta penguatan karakter warga binaan. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman yang diperoleh, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik serta memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *