JAKARTA —Kabarmetro.co
Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional (Munas) XV PWRI. Kegiatan tersebut berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di salah satu hotel di Jakarta dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota PWRI dari berbagai daerah di Indonesia.
Munas XV PWRI dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini. Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan hangat, sekaligus menjadi momentum bagi para wredatama untuk memperkuat persatuan, solidaritas, serta komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.
Mengusung semangat “Teguhkan Solidaritas Wredatama, Dukung Transformasi Digital”, Munas XV PWRI menjadi ruang konsolidasi organisasi untuk menyatukan tekad dan semangat seluruh anggota dalam menghadapi perkembangan zaman.
Semangat tersebut diwujudkan melalui tema “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama.” Tema ini menegaskan pentingnya kebersamaan para pensiunan aparatur sipil negara dalam menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Salah satu agenda penting dalam Munas XV adalah pemilihan Ketua Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB-PWRI) untuk periode 2026–2031.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung dalam forum Munas, Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PB-PWRI periode 2026–2031.
Terpilihnya Burhanuddin Abdullah diharapkan dapat membawa energi baru bagi organisasi, sekaligus memperkuat peran PWRI dalam memperjuangkan aspirasi dan meningkatkan kesejahteraan para wredatama di seluruh Indonesia.
Munas XV juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai tingkatan. Selain membahas arah kebijakan organisasi, forum tersebut menjadi wadah untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi antaranggota PWRI dari berbagai daerah.
Di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat, PWRI juga didorong untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Transformasi digital diharapkan dapat mendukung pelayanan organisasi agar semakin efektif, cepat, dan mampu menjangkau anggota secara lebih luas.
Dengan berakhirnya Munas XV dan terpilihnya kepengurusan baru, PWRI diharapkan semakin solid dalam menjalankan program organisasi. Semangat persatuan dan kebersamaan menjadi modal utama untuk memperjuangkan kesejahteraan wredatama sekaligus tetap memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
HUT ke-64 dan Munas XV PWRI pun menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen organisasi: satu tekad, satu jiwa, dan satu semangat dalam memperkokoh solidaritas wredatama demi kesejahteraan bersama.
( Okta)












