Jakarta, Kabarmetro.co — Undangan dari Istana Negara menjadi momen istimewa bagi pengusaha asal Nagan Raya, Toke Aris Wandi. Bersama sang istri, Cut Nurmawan, serta didampingi ajudan pribadinya, Mursalin, Toke Aris Wandi hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Undangan tersebut bukan datang secara tiba-tiba. Jauh hari sebelum pelaksanaan upacara, Toke Aris Wandi telah menerima pemberitahuan dan undangan dari pihak Istana. Ia bersama istrinya kemudian bertolak dari Nagan Raya pada Sabtu, tiba di Jakarta pada Minggu, dan pada Senin langsung mengikuti agenda kenegaraan di Istana Negara.
Bagi Toke Aris Wandi, kehadiran di Istana bukan sekadar menghadiri seremoni peringatan hari kemerdekaan. Ada kebanggaan tersendiri karena dapat membawa nama daerah asalnya, Nagan Raya, ke tingkat nasional.
Sosok Toke Aris Wandi selama ini dikenal sebagai salah satu pengusaha yang bergerak di sektor pangan, khususnya perberasan. Ia merupakan pemilik CV KP Rizki Perkasa dan menjabat sebagai direktur utama perusahaan tersebut (turut membantu suplay beras kebutuhan Bulog Meulaboh)
Perjalanan usahanya di bidang pangan telah dimulai sejak tahun 2000. Salah satu unit usaha penggilingan padi yang dikembangkannya berada di kawasan Jalan Beutong–Takengon dan dikenal sebagai salah satu kilang padi dengan kapasitas besar di Aceh.
Bicara soal ketahanan pangan, Toke Aris Wandi tidak hanya melihatnya sebagai slogan. Puluhan tahun berkecimpung di sektor pertanian dan perberasan membuatnya memahami bahwa ketersediaan pangan membutuhkan kerja panjang, mulai dari penyerapan hasil panen petani, proses penggilingan, penyimpanan hingga distribusi.
Dengan kapasitas produksi dan jaringan usaha yang dimiliki, Toke Aris Wandi mampu menyediakan beras dalam jumlah besar, bahkan mencapai ribuan ton.
Semangat tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional. Program swasembada dan penguatan sektor pangan menjadi bagian penting dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dari Nagan Raya, Toke Aris Wandi mencoba mengambil bagian melalui dunia usaha. Baginya, pengusaha pangan tidak hanya berbicara mengenai keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia.
Kehadirannya bersama Cut Nurmawan di Istana Negara pada momentum HUT ke-81 RI pun menjadi simbol perjalanan panjang seorang pengusaha daerah yang membangun usaha dari sektor pangan dan terus berupaya berkontribusi bagi perekonomian serta ketahanan pangan.
Sementara Mursalin, ajudan pribadi yang mendampinginya, turut memastikan seluruh rangkaian perjalanan dan agenda Toke Aris Wandi selama berada di Jakarta berjalan lancar.
Perjalanan dari Nagan Raya menuju Istana Negara tersebut akhirnya bukan hanya perjalanan seorang pengusaha menghadiri undangan kenegaraan. Lebih dari itu, ia menjadi cerita tentang bagaimana pelaku usaha daerah dapat ikut mengambil bagian dalam perjuangan besar membangun Indonesia melalui sektor pangan.
Dari kilang padi di kawasan Nagan Raya hingga Istana Negara di Jakarta, Toke Aris Wandi membawa satu pesan sederhana: ketahanan pangan harus dibangun bersama, dan daerah memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa.














