Berita

Lima Belas Program Aksi Dibahas, Kalapas Narkotika Karang Intan Siapkan Penguatan Pembinaan Warga Binaan

×

Lima Belas Program Aksi Dibahas, Kalapas Narkotika Karang Intan Siapkan Penguatan Pembinaan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, Kabarmetro.co

Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengikuti pengarahan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Selatan di Aula Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan. Pengarahan tersebut memperkuat koordinasi seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Selatan sekaligus menyelaraskan pelaksanaan program kerja di setiap satuan kerja. Selasa (18/08/2026).

Pengarahan membahas pelaksanaan 15 Program Aksi di seluruh jajaran, termasuk program ketahanan pangan, penguatan Inkopasindo, dan Wartelsuspas. Setiap program diarahkan agar tidak hanya terlaksana sesuai rencana, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Salah satu perhatian dalam pengarahan adalah program ketahanan pangan yang dapat mendukung pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan produktif, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, mengenal proses kerja, serta membangun kebiasaan disiplin dan bertanggung jawab.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari bekal pembinaan yang diharapkan dapat dimanfaatkan warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Kegiatan produktif juga memberikan ruang untuk mengisi masa pembinaan dengan aktivitas yang sehat dan memiliki nilai keterampilan.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa arahan tersebut menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus mengembangkan program pembinaan sesuai kebutuhan warga binaan.

“Pengarahan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjalankan program secara konsisten dan memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat bagi warga binaan. Program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar bekerja, membangun tanggung jawab, dan mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pembinaan,” ujar Yugo.

Menurut Yugo, pelaksanaan pembinaan perlu disertai pemantauan terhadap hasil dan tantangan yang muncul di lapangan. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyempurnakan kegiatan sehingga program yang dijalankan tetap relevan dan mampu memberikan manfaat secara optimal.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, menekankan bahwa kondisi keamanan yang kondusif merupakan fondasi penting bagi terselenggaranya proses pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan secara optimal.

Karena itu, Erwedi meminta seluruh Kepala UPT untuk menjaga keamanan sekaligus mempertahankan program yang telah memberikan hasil positif. Ia juga mendorong setiap UPT melakukan perbaikan terhadap kegiatan yang masih menghadapi kendala agar pelaksanaannya semakin efektif.

“Program yang sudah berjalan baik harus dipertahankan dan dikembangkan. Sementara hal-hal yang masih membutuhkan perbaikan harus terus dievaluasi sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Erwedi.

Menurut Erwedi, kesinambungan program perlu dibarengi kemampuan UPT membaca kondisi di lapangan. Dengan demikian, setiap kebijakan dan kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan kerja serta menghasilkan manfaat yang lebih optimal.

Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, arahan tersebut menjadi landasan untuk terus mengembangkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada keterampilan. Program ketahanan pangan menjadi salah satu ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus membangun sikap disiplin dan tanggung jawab.

Melalui penguatan koordinasi, penjagaan keamanan, dan pengelolaan program yang berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong pembinaan yang berkualitas. Upaya tersebut diarahkan untuk memberikan bekal yang bermanfaat bagi warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan secara positif setelah kembali ke masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *