Karang Intan, Kabarmetro.co –
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengembangkan keterampilan membuat sasirangan melalui pembinaan kemandirian. Mereka menjahit jelujur mengikuti garis pola pada kain dengan cermat untuk membentuk motif sebelum melanjutkan proses pembuatan sasirangan ke tahap berikutnya, Rabu (09/09/2026).
Pada tahap ini, warga binaan menjahit kain menggunakan tangan mengikuti pola yang telah dibuat. Mereka membuat jahitan secara rapat, kemudian menarik atau menyisit benang jelujuran dengan kuat agar bagian kain yang dilindungi tetap tertutup dan tidak terkena warna saat proses pewarnaan. Ketepatan pada setiap jahitan menjadi bagian penting untuk menghasilkan pola sasirangan yang rapi dan sesuai.
Warga binaan mengerjakan setiap bagian secara perlahan dan hati-hati. Proses tersebut tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan sasirangan, tetapi juga melatih kesabaran, konsentrasi, ketekunan, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Rahmat Fahroni, mendampingi dan mengawasi kegiatan tersebut. Ia memberikan arahan mengenai teknik menjahit jelujur sekaligus memastikan warga binaan dapat mengikuti setiap tahapan dengan benar, aman, dan tertib.
“Menjahit jelujur membutuhkan ketelitian karena hasil jahitan akan memengaruhi bentuk pola pada proses selanjutnya. Kami memberikan pendampingan agar warga binaan memahami tekniknya dengan baik dan dapat mengerjakannya secara mandiri. Dari proses ini, mereka juga belajar untuk lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, proses pembuatan sasirangan memberikan pengalaman kerja yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan produktif. Kemampuan yang diperoleh melalui pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Salah satu warga binaan berinisial GT mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui proses menjahit jelujur. Menurutnya, tahapan tersebut mengajarkan dirinya untuk lebih fokus dan tidak terburu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Menjahit jelujur harus sabar dan teliti karena kalau salah mengikuti pola, hasilnya bisa berbeda. Dari kegiatan ini saya belajar lebih fokus dan tidak terburu-buru. Saya senang bisa mempelajari keterampilan membuat sasirangan karena ilmu ini bisa terus saya kembangkan untuk menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkap GT.
Selain menghasilkan karya, pembinaan sasirangan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan yang berkaitan dengan budaya lokal Kalimantan Selatan. Setiap tahapan dikerjakan secara berurutan sehingga mereka memahami bahwa kualitas sebuah karya membutuhkan ketekunan, keterampilan, dan konsistensi.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menyediakan kegiatan pembinaan kemandirian yang mendorong warga binaan mengembangkan kemampuan produktif. Pembuatan sasirangan menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berlatih, dan menghasilkan karya melalui keterampilan yang dapat dikembangkan.
Melalui pembinaan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berupaya membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan. Keterampilan membuat sasirangan diharapkan dapat mendukung kemandirian mereka, sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan kemampuan dan berkontribusi secara positif setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).














