Berita

Tawuran Warga di Ciputat Berakhir Damai, Dua RW Sepakat Jaga Kerukunan

×

Tawuran Warga di Ciputat Berakhir Damai, Dua RW Sepakat Jaga Kerukunan

Sebarkan artikel ini

Tangsel-Kabarmetro.co

 

Perselisihan yang berujung tawuran antara warga Gang Nurul Huda dan warga Gang Swadaya, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada 2 Agustus 2026 lalu, akhirnya diselesaikan secara damai.

Pertemuan penyelesaian persoalan tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Kecamatan Ciputat, Sabtu (12/9/2026). Pertemuan dihadiri perwakilan warga dari masing- masing RW serta sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat.

Camat Ciputat Erwin Gemala Putra hadir bersama Sekretaris Kecamatan Ciputat Cecep Iswadi, Lurah Ciputat Iwan Pristiyasa, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Ciputat Darsono Didu, serta tokoh pemuda Ciputat Saifudin atau yang dikenal dengan sapaan Giboss.

Perselisihan yang terjadi pada 2 Agustus tersebut disebut dipicu persoalan dan provokasi yang beredar melalui media sosial. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi konflik antarkelompok warga.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat mengakhiri persoalan secara damai dan berkomitmen untuk tidak kembali terlibat dalam konflik serupa.

Camat Ciputat Erwin Gemala Putra menyampaikan rasa syukur atas tercapainya kesepakatan damai antara kedua pihak. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama agar konflik serupa tidak kembali terjadi.

“Alhamdulillah, kita bersyukur persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Mari kita jaga kebersamaan dan terus membangun suasana yang guyub,” ujar Erwin.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi antarwarga serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyelesaian persoalan melalui dialog dan komunikasi menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi warga masing-masing, untuk kembali mempererat hubungan sosial serta menjaga kondusivitas lingkungan. Kedua pihak diharapkan dapat bersama-sama mencegah munculnya kembali gesekan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *