Serpong,KabarMetro.co
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan pada Selasa (13/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Lobi Kantor Kemenag Tangsel tersebut dikemas dalam forum dialog bertajuk “Ngopi Senja” (Ngobrol Pintar, Solutif, dan Inspiratif untuk Kemaslahatan Jam’iyyah dan Jamaah).
Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin, menekankan pentingnya kolaborasi yang diwujudkan melalui kerja nyata agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Dalam forum tersebut, Ahmad menyampaikan tiga poin utama yang menjadi fokus utama kerja sama ke depan.
“Ada tiga hal yang ingin saya titipkan melalui forum ini: menjadikan jam’iyyah yang kuat sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan bagi jamaah, mengubah diskusi menjadi solusi atas persoalan umat, serta mewujudkan ukhuwah melalui khidmah nyata,” ujar Ahmad Rifaudin.
Ia menambahkan bahwa Kemenag dan NU harus terus berjalan beriringan dalam menjaga moderasi beragama, memperkuat pilar pendidikan keagamaan, merawat kerukunan antarumat, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua PCNU Tangsel, Abdullah Mas’ud, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda silaturahmi berkala dengan instansi pemerintah.
Langkah ini bertujuan untuk membangun kolaborasi strategis dalam mengimplementasikan program-program hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Tangsel yang telah digelar pada 27–28 September 2026 lalu.
Program strategis tersebut mencakup berbagai sektor kemaslahatan, mulai dari penguatan pesantren dan madrasah, kemasjidan, tata kelola wakaf, dakwah, moderasi beragama, pembinaan keluarga, falakiyah, pemberdayaan ekonomi umat, hingga akselerasi transformasi digital.
Identifikasi Peluang Kerja Sama Teknis
Dalam sesi diskusi mendalam, kedua belah pihak berhasil mengidentifikasi sejumlah peluang sinergi sektoral yang mendesak. Di antaranya meliputi:
• Percepatan sertifikasi tanah wakaf untuk masjid dan musala.
• Pendataan rumah ibadah secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Masjid (SIMAS).
• Pengukuran arah kiblat serta rukyatul hilal.
• Pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
• Pembaruan dan validasi data pondok pesantren melalui sistem EMIS.
Selain di bidang sarana dan keagamaan, kolaborasi ini juga menyasar penguatan bimbingan perkawinan melalui integrasi program Madrasah Zawaj milik PCNU dengan layanan Kantor Urusan Agama (KUA). Sinergi ini juga akan berfokus pada peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta pendampingan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan ini, Kemenag Tangsel dan PCNU Tangsel sepakat untuk menyusun nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kesepakatan tersebut nantinya akan dijabarkan lebih lanjut ke dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang disesuaikan dengan bidang prioritas serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan.












