Karang Intan, Kabarmetro.co –
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengikuti pembelajaran Seni Budaya Program Pendidikan Kesetaraan Paket B pada Senin (12/10/2026). Dalam diskusi kelompok, mereka berbagi pengetahuan tentang seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mengenal keragaman budaya, serta berlatih menyampaikan pendapat dan menghargai pandangan orang lain.
Kegiatan di Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tersebut membahas materi apresiasi dan kritik seni dengan bimbingan Nurbaiti, petugas lapas yang bertugas sebagai tutor atau pengajar perpanjangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan. Ia mengajak peserta memahami bahwa setiap karya seni memiliki ciri khas, makna, dan nilai budaya yang dapat mereka pelajari.
Untuk mendalami materi, peserta mengamati lagu daerah atau pertunjukan tari melalui layar. Mereka mengidentifikasi keunikan karya, mendiskusikan asal-usul dan pesan yang terkandung di dalamnya, kemudian menyampaikan hasil pengamatan secara lisan. Peserta juga bertukar pengetahuan mengenai kesenian tradisional dari daerah masing-masing sehingga diskusi menghadirkan beragam sudut pandang.
Tutor pembelajaran, Nurbaiti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mendorong peserta untuk mengembangkan pemahaman terhadap karya seni sekaligus melatih keterampilan berkomunikasi.
“Melalui pembelajaran ini, kami mengajak peserta memahami makna dan nilai budaya di balik sebuah karya seni. Mereka juga berlatih menyampaikan pendapat, mendengarkan pandangan teman, dan menghargai perbedaan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat memperluas wawasan mereka tentang seni dan budaya Indonesia,” ujar Nurbaiti.
Salah seorang peserta Paket B berinisial MY menilai diskusi kelompok memberinya kesempatan untuk mengenal kesenian dari berbagai daerah dan memahami sudut pandang yang berbeda.
“Saya belajar bahwa setiap karya seni memiliki makna dan keunikan tersendiri. Dari diskusi, saya juga bisa mengenal budaya daerah lain dan memahami bahwa setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda. Kegiatan ini membantu saya belajar menyampaikan pendapat sekaligus menghargai pandangan teman,” ungkap MY.
Selain memperluas wawasan seni dan budaya, pembelajaran ini memberi ruang bagi warga binaan untuk melatih kemampuan mengamati, berpikir, dan mengutarakan gagasan secara santun. Peserta juga belajar membangun sikap terbuka terhadap perbedaan melalui kegiatan yang melibatkan pertukaran pendapat dan pengalaman.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendukung pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan. Melalui pembelajaran yang mendorong pengembangan pengetahuan dan keterampilan sosial, Lapas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengenali potensi diri dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang positif saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. (nta).














