Tangsel-Kabarmetro.co
Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan,Fraksi Partai Golkar, Linda Eviyanti, menghadiri perayaan satu dekade Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong Ciputat yang digelar di bawah jalan layang kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Minggu (8/2/2026).
Selama 10 tahun terakhir, TBM Kolong Ciputat konsisten menjadi ruang belajar dan membaca gratis bagi puluhan anak di lingkungan sekitar. Berbagai kegiatan edukatif terus dilakukan sebagai upaya merawat literasi dan mendampingi anak-anak agar tetap berada di jalur pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Linda Eviyanti mengapresiasi kiprah TBM Kolong yang dinilainya luar biasa. Ia menilai TBM Kolong tidak hanya menyediakan fasilitas membaca, tetapi juga menghadirkan beragam aktivitas positif bagi anak-anak dan masyarakat.
“Kegiatan ini luar biasa. Banyak aktivitas positif di sini, mulai dari futsal hingga taman membaca. Ini menjadi contoh bagaimana ruang publik bisa dimanfaatkan untuk kegiatan edukatif dan pembinaan anak,” ujar Linda.
Ketua TBM Kolong Ciputat, Muhamad Rafi Syahreza, mengatakan perayaan satu dekade TBM Kolong diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mengedepankan nilai edukasi dan kebersamaan.
“Untuk perayaan sepuluh tahun TBM Kolong Ciputat, kami mengadakan beberapa rangkaian kegiatan, salah satunya Ngobrol Minggu Sore,” ujar Rafi.
Kegiatan Ngobrol Minggu Sore menghadirkan narasumber inspiratif, salah satunya Seto Mulyadi atau Kak Seto. Diskusi bertajuk “Komunitas sebagai Ruang Belajar Sepanjang Hayat” menjadi pembuka rangkaian perayaan 10 tahun TBM Kolong.
Sebelumnya, TBM Kolong juga menggelar kegiatan fun futsal gratis yang diikuti siswa sekolah dasar se-Kota Tangerang Selatan. Dalam waktu dekat, TBM Kolong akan menyelenggarakan fun run khusus bagi para relawan. Sementara itu, puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni 2026, bertepatan dengan hari jadi TBM Kolong Ciputat.
Pada momentum satu dekade ini, TBM Kolong turut meluncurkan buku berjudul “Sejuta Cerita dari Kolong”. Buku tersebut memuat kisah para relawan yang telah terlibat dan berkontribusi sejak TBM Kolong berdiri pada 2016 hingga memasuki usia ke-10 tahun.
“Cukup disayangkan jika cerita para relawan tidak dituliskan dan diabadikan. Karena itu, kami menghimpun kisah mereka dan membukukannya. Semoga bisa bermanfaat,” kata Rafi.
Perjalanan TBM Kolong Ciputat tidak terlepas dari kolaborasi komunitas mahasiswa FISIP Mengajar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan komunitas OI Tangsel (penggemar Iwan Fals). Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi kolong jalan layang, lokasi tersebut disulap menjadi ruang literasi dan edukasi yang ramah anak.
Selama satu dekade, TBM Kolong terus berupaya mendampingi anak-anak melalui kegiatan rutin agar mereka tidak kembali ke jalan tanpa bekal pengetahuan dan pendidikan.
Rafi berharap, di usia 10 tahun ini TBM Kolong Ciputat dapat terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Semoga TBM Kolong selalu hadir dan berdampak nyata bagi masyarakat, serta terus menjadi ruang literasi dan edukasi yang membersamai anak-anak dan warga sekitar,” pungkasnya.
( Okta)












