Berita

ASN Tangsel Mulai Bekerja dengan Skema WFA Usai Lebaran

×

ASN Tangsel Mulai Bekerja dengan Skema WFA Usai Lebaran

Sebarkan artikel ini

Tangsel-Kabarmetro.co

 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menetapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai kembali bekerja pada 25 Maret 2026 dengan menerapkan skema Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, sebagai langkah adaptif pasca arus mudik dan balik Lebaran.

Dalam keterangannya kepada KabarMetro.co pada 23 Maret 2026, Benyamin menjelaskan bahwa kebijakan WFA diterapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan publik sekaligus memberikan ruang penyesuaian bagi ASN setelah libur panjang Idulfitri.

“ASN kembali bekerja pada 25 Maret dengan sistem work from anywhere. Ini untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Meski diberlakukan sistem kerja fleksibel, Benyamin menegaskan bahwa seluruh ASN tetap wajib menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing secara penuh. Selain itu, kinerja mereka juga harus dilaporkan secara berkala kepada atasan.

“Mereka harus tetap membuat laporan, tugas pokok dan fungsinya sudah jelas, dan dilaporkan kepada pimpinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dijadwalkan mengikuti apel bersama pada 30 Maret 2026 sebagai penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan secara normal.

“Pada tanggal 30 kita akan apel bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan selama Ramadan hingga Lebaran, khususnya dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.

“Ini bukti bahwa pembangunan mental dan spiritual berjalan baik, sejalan dengan visi kota yang cerdas, modern, dan religius,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan turut mengantisipasi dampak peningkatan konsumsi masyarakat selama Lebaran, seperti potensi kenaikan harga kebutuhan pokok dan volume sampah. Berbagai langkah intervensi ekonomi telah dilakukan sejak awal Ramadan guna menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi.

“Kami melakukan berbagai langkah seperti distribusi bantuan dan menjaga belanja daerah tetap berjalan untuk menahan inflasi,” jelasnya.

Terkait potensi arus urbanisasi pasca Lebaran, pemerintah juga mengimbau masyarakat, khususnya pendatang baru, untuk melapor kepada RT/RW setempat guna memudahkan pendataan dan pelayanan administrasi.

“Kalau pulangnya berempat, baliknya juga berempat. Tapi kalau ada yang datang, tetap harus melapor agar bisa kita tangani dengan baik,” pungkas Benyamin.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *