Tangsel-KabarMetro.co
Upaya pelestarian seni tradisional Sunda, khususnya degung, terus dilakukan dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan bagi generasi muda. Hal tersebut terlihat dalam penampilan siswa SMAN 1 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, yang menampilkan pertunjukan degung di panggung terbuka pada 6 Januari 2026.
Penampilan tersebut tidak hanya menunjukkan kepiawaian para siswa dalam memainkan alat musik tradisional, tetapi juga menjadi bukti bahwa SMAN 1 Ciputat masih konsisten menjadi salah satu barometer prestasi seni di wilayah Tangerang Selatan. Sajian musik degung dikemas secara komunikatif dan menarik, sehingga mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan selera Generasi Z.
Pentas seni tersebut semakin bermakna dengan kehadiran Dr. Dede Burhanudin, M.Pd., pelaku seni sekaligus Peneliti PR KKP BRIN, yang turut terlibat langsung sebagai pemain gendang dan suling. Kehadiran akademisi sekaligus seniman ini memberikan warna tersendiri sekaligus penguatan makna edukatif dalam pertunjukan tersebut.
Melalui pendekatan narasi dan strategi branding, seni degung tidak hanya ditampilkan sebagai warisan budaya, tetapi juga diposisikan sebagai simbol identitas dan kebanggaan. Unsur visual yang kuat serta penggunaan bahasa yang puitis turut memperkaya pengalaman penonton, khususnya kalangan muda.
Strategi pengemasan ini dinilai efektif dalam menghidupkan kembali seni tradisional agar tetap lestari dan dekat dengan hati Generasi Z. Degung tidak lagi dipandang sebagai seni masa lalu, melainkan sebagai ekspresi budaya yang adaptif, relevan, dan memiliki daya tarik baru di tengah perkembangan zaman.
( Okta)












