Tangsel-Kabarmetro.co
Upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan kota tidak dapat dilepaskan dari kepedulian terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah yang baik bukan semata persoalan teknis, melainkan bagian dari pembangunan kesadaran kolektif masyarakat yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tingkat Kota Tangerang Selatan yang digelar di Ramada by Wyndham Serpong Hotel, Cilenggang, Serpong, Selasa (10/2/2026). Rapat ini membahas penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, yang turut hadir dalam forum tersebut menegaskan komitmen Kemenag dalam mendukung program kebersihan kota melalui pendekatan edukatif dan keagamaan.
“Sebagai bagian dari unsur pemerintah yang memiliki peran strategis dalam pembinaan umat, Kementerian Agama terus berikhtiar menanamkan nilai kebersihan, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial melalui program Kurasakan dan Kurasamad, penguatan edukasi keagamaan berbasis lingkungan, serta penyuluhan langsung di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Rifaudin.
Ia menambahkan, para penyuluh agama didorong untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, menjaga kebersihan lingkungan permukiman dan rumah ibadah, serta memanfaatkan media dakwah digital sebagai sarana sosialisasi. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah sekaligus wujud nyata moderasi beragama.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan mengapresiasi kehadiran dan kontribusi seluruh unsur Forkopimda dalam mendukung upaya penanganan persoalan lingkungan di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan.
“Ke depan, kami menargetkan 1.000 rumah memiliki lubang biopori, penerapan teba modern di lingkungan perkantoran, serta penguatan pengelolaan sampah melalui budidaya magot dan pengembangan bank sampah, baik organik maupun anorganik,” ungkap Wali Kota.
Melalui sinergi lintas sektor yang terbangun dalam rapat Forkopimda ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang tertib, aman, dan berkelanjutan.
( 0kta)












