Banjarmasin, Kabarmetro.co –
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Pada Minggu (31/08) pukul 09.30 WITA, seorang Warga Binaan bernama Iyus melakukan kegiatan perawatan tanaman sawi yang berlokasi di area depan bangker.
Dalam kegiatan perawatan ini, Iyus memulai dengan menaruh pupuk organik pada lahan yang telah disiapkan agar tanaman sawi dapat tumbuh subur. Kegiatan menanam sayuran ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang rutin dilakukan untuk memberikan bekal keterampilan pertanian bagi WBP.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya program kemandirian ini.
“Kegiatan menanam sawi ini tidak hanya memberikan keterampilan bercocok tanam bagi WBP, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras. Lebih jauh lagi, kegiatan ini sejalan dengan akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Giatja Lapas Banjarmasin, Hazairin, menambahkan bahwa program pertanian ini akan terus dikembangkan.
“Kami berusaha memberikan pembinaan kemandirian melalui berbagai kegiatan, salah satunya budidaya sayuran. Dengan menggunakan pupuk organik, hasil panen diharapkan lebih sehat dan bisa menjadi bekal pengetahuan yang bermanfaat bagi WBP,” tuturnya.
Salah satu WBP yang mengikuti kegiatan, Iyus, juga menyampaikan perasaannya.
“Saya senang bisa ikut menanam sawi. Dari kegiatan ini saya dapat ilmu baru tentang pertanian, terutama cara menggunakan pupuk organik. Harapan saya, setelah bebas nanti bisa memanfaatkan ilmu ini untuk usaha kecil di kampung,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin tidak hanya membekali WBP dengan keterampilan pertanian, tetapi juga menanamkan semangat untuk mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat dengan lebih bermanfaat. (Humas Lapas Banjarmasin)