Karang Intan, Kabarmetro.co –
Komitmen dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Pada Selasa (10/3/2026), Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, memimpin rapat bersama Tim Zona Integritas (ZI) guna melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rapat tersebut membahas progres pelaksanaan program, kelengkapan dokumen pendukung, serta efektivitas inovasi pelayanan yang telah dijalankan. Salah satu inovasi yang menjadi fokus evaluasi adalah program “Jembatan Hati” yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan maupun masyarakat.
Jembatan Hati merupakan inovasi pelayanan pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan yang bertujuan menjembatani kembali komunikasi dan hubungan emosional antara Warga Binaan dengan keluarga yang sempat terputus. Program ini dilaksanakan melalui fasilitasi penelusuran data, koordinasi lintas instansi, serta penyediaan layanan komunikasi yang humanis, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Kalapas menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, melainkan harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan.
“Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar melengkapi dokumen, tetapi bagaimana program yang kita jalankan benar-benar memberikan dampak nyata. Inovasi seperti Jembatan Hati harus berjalan optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh Warga Binaan maupun Masyarakat,” ujar Yugo Indra Wicaksi.
Sementara itu, Ketua Tim Zona Integritas Lapas Narkotika Karang Intan, Kuderi, menyampaikan bahwa evaluasi rutin menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program dan inovasi berjalan sesuai tujuan serta memberikan hasil yang terukur.
“Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan seluruh program pembangunan Zona Integritas berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan komitmen bersama, kami optimistis berbagai inovasi yang telah dibangun dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan mendukung terwujudnya predikat WBBM,” ungkap Kuderi.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat. (ysf)














