Tangsel-Kabarmetro. co
Pemerintah Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, terus mendorong program pembuatan lubang biopori sebagai upaya pengelolaan lingkungan dan pengurangan genangan air. Program ini direncanakan menjangkau 93 RT dan 13 RW di wilayah tersebut.
Kepada Media, Rabu, 21/1/2026 Lurah Jurang Mangu Timur, Ahmad Gozali, menjelaskan bahwa setiap RT direncanakan mendapatkan sekitar 50 lubang biopori. Namun, menurutnya, proses pembuatan secara manual menggunakan alat sederhana seperti linggis membutuhkan tenaga ekstra dan cukup berat jika dilakukan dalam jumlah besar.
“Kalau satu RT jatuhnya 50 lubang itu kan lumayan. Kalau dilubangi manual pakai linggis atau alat manual lainnya tentu berat,” ujar Ahmad Gozali.
Sebagai langkah awal, pihak kelurahan akan memberikan contoh pelaksanaan terlebih dahulu di lingkungan kelurahan, melibatkan RT dan RW setempat. Tahap ini bertujuan sebagai edukasi sekaligus percontohan sebelum diterapkan secara luas di tengah masyarakat.
“Untuk tahap pertama, kita kasih contoh dulu di kelurahan, sebentar RT RW-nya. Setelah itu baru ke masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk pelaksanaan di tingkat masyarakat, pembuatan biopori akan masuk dalam skema pembangunan berskala besar, sehingga menunggu pengadaan peralatan yang saat ini sedang dianggarkan pada perubahan anggaran tahun ini.
“Rencananya untuk Kelurahan Jurang Mangu Timur sekitar 4.000 lubang biopori,” ungkapnya.
Program biopori ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, mulai dari meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi potensi banjir, hingga mendukung pengelolaan sampah organik di lingkungan warga. Pemerintah kelurahan juga berharap adanya partisipasi aktif masyarakat agar program tersebut berjalan optimal dan berkelanjutan.
( Okta)












