Karang Intan, Kabarmetro.co —
Usai melaksanakan Sosialisasi Program Anak Tidak Sekolah (ATS), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, ST., MS, melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung sejumlah Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta Wahana Asimilasi Edukasi (WAE) yang dikelola Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Selasa (25/11). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung proses pembinaan kemandirian yang selama ini diberikan kepada warga binaan.
Rombongan yang didampingi oleh Kalapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi bersama Jajaran, pertama kali mengunjungi WAE 3, area pembinaan berbasis peternakan. Di lokasi tersebut, Kadisdik dan tim turut serta memanen telur ayam petelur yang menjadi salah satu kegiatan produktif warga binaan. Mereka juga melihat secara langsung pemeliharaan domba dan kambing yang menjadi bagian dari program budidaya ternak untuk pembinaan keterampilan.
Dari WAE 3, rombongan kemudian menuju WAE 2, tempat pembinaan pembuatan kain sasirangan. Tim Disdik Banjar mendapatkan penjelasan mengenai proses pewarnaan, pengikatan, hingga pengeringan kain sasirangan khas Banjar yang diproduksi oleh warga binaan. Kreativitas warga binaan dalam menghasilkan motif-motif bernilai jual tinggi mendapatkan apresiasi langsung dari Kadisdik.
Kunjungan berlanjut ke SAE 1, area pembinaan perikanan dan pertanian. Di lokasi ini, rombongan melihat budidaya ikan koi yang dikelola dengan sistem kolam terkontrol, sekaligus meninjau budidaya hidroponik daun mint yang menjadi salah satu produk unggulan pembinaan hortikultura. Kadisdik menyampaikan apresiasi atas cara Lapas mengembangkan berbagai keterampilan produktif yang bermanfaat bagi warga binaan.
Kalapas Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menjelaskan bahwa seluruh program pembinaan kemandirian tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Kegiatan pembinaan kemandirian selalu kami rancang agar memberikan manfaat jangka panjang. Warga binaan tidak hanya belajar, tetapi juga mempraktikkan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar,” ujar Kalapas.
Kepala Dinas Pendidikan, Hj. Liana Penny, ST., MS, turut memberikan apresiasi terhadap beragam inovasi pembinaan yang ditampilkan.
“Pembinaan yang dilakukan Lapas Karang Intan sangat luar biasa. Kami melihat komitmen kuat untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna setelah kembali ke masyarakat. Program seperti ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
(rhs)












