SULUT-Kabarmetro.co- Data perolehan kursi Partai Golkar selama tiga periode pemilu (2014, 2019, dan 2024) memperlihatkan dinamika yang sangat menarik.
Partai berlambang pohon beringin ini terbukti sangat solid di tingkat nasional, namun menghadapi tantangan dan peluang yang berbeda-beda di setiap daerah.
* Tingkat Pusat dan Provinsi: Konsistensi Yang Teguh
DPR RI Selama 10 tahun, Golkar tidak pernah kehilangan perwakilan di Senayan. Angka 1 kursi selalu aman di tangan kader terbaik, membuktikan kekuatan politik yang diakui secara nasional.
Sedangkan DPRD Sulut, Meskipun terjadi penurunan dari 9 kursi (2014) menjadi 7 kursi (2019), serta 6 kursi (2024), posisi ini masih sangat kuat dan menjadikan Golkar sebagai salah satu partai besar di legislatif provinsi.

*Wilayah yang Terus Naik dan Melonjak
MINAHASA TENGGARA
Ini adalah wilayah yang paling konsisten membanggakan, Dari 4 kursi (2014), 5 kursi (2019), dan 2024 (6 kursi).
Di bawah kepemimpinan Tonny Hendrik Lasut, Golkar di sini terus tumbuh tanpa henti. Ini bukti nyata bahwa kerja keras dan kepercayaan rakyat semakin kuat.
BOLAANG MONGONDOW
Wilayah yang baru saja mencatatkan prestasi gemilang, Stabil di 5 kursi selama dua periode, lalu naik menjadi 6 kursi di 2024.
Fakta berbicara, Transisi kepemimpinan ke tangan Aditya Didi Moha terbukti sukses besar dan justru menambah kekuatan partai di dataran tinggi.
MINAHASA UTARA
Dari 4 kursi bertahan pada periode kepemimpinan sebelumnya, lalu naik menjadi 5 kursi di 2024 pada Era Edwin Nelwan, ini tentu menunjukkan adanya pemulihan dan penguatan basis yang positif.
* Wilayah Stabil
Beberapa daerah menjadi benteng pertahanan yang sangat kokoh, seperti Manado, Talaud, Sitaro hingga Bolmut.
Pertama Kota Manado Selalu stabil di angka 5 kursi, Tidak pernah turun, tidak pernah naik, tapi selalu ada dan pasti. Kedua Kepulauan Talaud Bertahan mantap di 3 kursi selama tiga periode. Ketiga, Bolmut tetap konsisten di 3 kursi. Keempat Sitaro, Pergerakan kursi di sini cukup dinamis namun tetap kuat. Dari 4 kursi (2014), turun menjadi 3 kursi (2019), lalu kembali naik menjadi 4 kursi (2024). Ini menunjukkan basis pendukung yang loyal dan mampu bangkit kembali setelah mengalami sedikit penurunan.
* Wilayah Alami Penurunan
1. Minahasa Selatan: Dari dominasi 10 kursi turun menjadi 7. Masih aman sebagai partai besar, namun harus bekerja keras kembali ke puncak.
2. Minahasa: Turun cukup signifikan dari 9 kursi (2014), 6 kursi (2019), sampai 4 kursi (2024). Ini tentu menjadi tantangan besar untuk dikembalikan lagi.
3. Kotamobagu: Jatuh dari 5 kursi (2014), 3 kursi (2019) sampai 2 kursi (2024), ini jelas Perlu strategi khusus dan konsolidasi ulang yang masif.
4. Boltim: Pada 2024 tidak mendapatkan kursi, menjadi perhatian khusus bagi struktur partai di sana. Sedangkan jika di flashback pada 2014 dan 2019 masih ada 3 kursi konsisten.
* Kesimpulan dan Catatan Politik
Data ini menggambarkan wajah baru Partai Golkar di Sulut: Pertama, Kuat & Stabil di pusat dan sebagian besar wilayah. Kedua, Memiliki wilayah “mesin suara” baru yang terus tumbuh seperti Mitra dan Bolmong.
Tapi, ada pekerjaan rumah besar di wilayah yang mengalami penurunan seperti Minahasa, Boltim dan Kotamobagu.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Michaela Elsiana Paruntu (MEP), data ini menjadi peta jalan yang jelas: Pertahankan yang sudah bagus, dan selamatkan yang sedang turun demi kejayaan Golkar menuju Pemilu 2029. (Koresy)














