News

Pelestarian Budaya Betawi Lewat Pencak Silat: Penutupan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan di Kecamatan Ciputat

×

Pelestarian Budaya Betawi Lewat Pencak Silat: Penutupan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan di Kecamatan Ciputat

Sebarkan artikel ini

Tangsel-KabarMetro.Co.

 

Kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Tingkat Kecamatan Sub Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Pembinaan Sanggar Budaya Pencak Silat (F1) resmi ditutup pada Rabu (29/10/2025) di Aula Kantor Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Acara yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Oktober 2025 ini, diakhiri dengan penampilan jurus-jurus pencak silat dari para peserta, serta penyerahan seragam dan alat musik khas Betawi. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti pembinaan teori pada hari pertama.

Penutupan kegiatan dihadiri oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Ciputat Rosa Purnamasari, S.IP., M.Si., narasumber dari Perguruan Silat Tapak Saka Jordan Putra Rusanda, Ketua Padepokan Tabur Menyan Babeh Sukri, serta para peserta dari berbagai padepokan pencak silat di wilayah Ciputat.

Dalam sambutannya, Kasie Pemberdayaan Masyarakat Rosa Purnamasari menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari Kelurahan Sawah Baru tahun 2024, yang kemudian direalisasikan melalui anggaran APBD Kota Tangerang Selatan tahun 2025.

> “Kegiatan ini bukan hanya seremonial semata. Kami berharap padepokan pencak silat di wilayah Ciputat dapat terus berkembang dan menjadi wadah pelestarian budaya Betawi. Pemerintah akan terus mendukung, baik melalui fasilitas, seragam, maupun alat-alat penunjang latihan,” ujarnya.

Rosa juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat Tangerang Selatan.

> “Budaya Betawi adalah salah satu kekayaan yang harus kita lestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber dari Perguruan Silat Tapak Saka, Jordan Putra Rusanda, mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan terhadap upaya pelestarian budaya melalui pencak silat.

> “Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan leluhur. Melalui silat Betawi, kita tidak hanya berolahraga, tetapi juga melestarikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal,” tuturnya.

 

Jordan juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar bibit-bibit pesilat muda di Tangerang Selatan semakin berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Kecamatan Ciputat menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat karakter generasi muda agar tetap mencintai dan menjaga warisan budaya Indonesia.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *