Tangsel-Kabarmetro.co
Tokoh masyarakat Kelurahan Cipayung,Kecamatan Ciputat, Mulyadi Widodo, menyampaikan dukungan dan apresiasi atas langkah Polsek Ciputat Timur yang mendirikan pos pantau untuk mengantisipasi potensi kejahatan, termasuk aksi tawuran selama bulan suci Ramadan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga sampai Hari Raya nanti tidak ada tawuran maupun kejahatan lingkungan,” ujar Mulyadi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya proaktif Polsek Ciputat Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Untuk memaksimalkan pencegahan gangguan keamanan—khususnya tawuran yang kerap meningkat saat Ramadan. Polsek Ciputat Timur menggandeng unsur kecamatan serta Koramil setempat mendirikan pos pantau di sejumlah titik strategis.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menegaskan pihaknya menargetkan “zero tawuran” selama Ramadan di wilayah hukumnya.
“Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan Ramadan tanpa tawuran di Ciputat dan Ciputat Timur. Sesuai kesepakatan bersama Bapak Camat dan Danramil, kami telah mendirikan pos pantau di tujuh titik rawan,” ujar Kompol Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).
Pendirian pos pantau ini tidak sekadar simbol kehadiran aparat, melainkan bagian dari strategi pengawasan dan pencegahan yang terencana. Setiap pos akan diisi personel gabungan dari Polsek Ciputat Timur, Satpol PP Kecamatan Ciputat Timur, serta anggota Koramil.
Kehadiran unsur gabungan tersebut diharapkan memberi efek jera bagi pelaku gangguan kamtibmas sekaligus mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.
Kompol Bambang menambahkan, selain tawuran, pihaknya juga mengantisipasi berbagai potensi kerawanan lain yang kerap muncul selama Ramadan.
“Selain tawuran, kami juga fokus pada pencegahan balapan liar, trek-trekan, dan kegiatan sahur on the road (SOTR) yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.
Balapan liar dan trek-trekan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menimbulkan kebisingan yang mengganggu kekhusyukan ibadah. Sementara SOTR yang tidak terkoordinasi kerap memicu kerumunan dan potensi gesekan antar kelompok.
Dengan sebaran pos pantau di berbagai lokasi, aparat diharapkan lebih mudah memantau aktivitas masyarakat, mengidentifikasi potensi kerawanan, serta mengambil langkah preventif sebelum terjadi eskalasi.
Selain fungsi pengawasan, pos pantau juga berperan sebagai pusat informasi dan koordinasi bagi warga yang membutuhkan bantuan maupun ingin melaporkan kejadian mencurigakan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan dan antisipasi terjadinya tawuran serta kejahatan jalanan selama Ramadan. Kami berharap seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegas Kompol Bambang.
Tidak hanya mendirikan pos pantau, Polsek Ciputat Timur juga akan meningkatkan patroli rutin pada jam rawan, menggelar razia potensi senjata tajam maupun barang berbahaya, serta memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari solusi. Jika menemukan gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui call center Polri 110 atau hubungi Polsek Ciputat Timur,” imbaunya.
Adapun tujuh titik pos pantau yang telah didirikan meliputi:
1. Kelurahan Jombang – Memantau aktivitas warga di titik kumpul strategis.
2. Kelurahan Sawah Lama – Fokus pencegahan tawuran dan kejahatan jalanan.
3. Kelurahan Rempoa – Pengawasan aktivitas remaja serta balapan liar.
4. Kelurahan Cipayung – Menciptakan suasana Ramadan yang kondusif.
5. Kelurahan Pisangan – Antisipasi SOTR dan gangguan ketertiban umum.
6. Kelurahan Pondok Ranji – Pengamanan sekitar tempat ibadah dan pusat belanja.
7. Kelurahan Ciputat – Pemantauan arus lalu lintas di pusat kota.
Melalui sinergi aparat keamanan, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat, Polsek Ciputat Timur optimistis Ramadan 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga menciptakan suasana spiritual yang mendukung kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
( Okta)














