Berita

Suasana Khusyuk Ramadan di Lapas Narkotika Karang Intan, Sholawat Bergema Bangun Kesadaran Spiritual

×

Suasana Khusyuk Ramadan di Lapas Narkotika Karang Intan, Sholawat Bergema Bangun Kesadaran Spiritual

Sebarkan artikel ini

Karang Intan, Kabarmetro.co

Suasana penuh berkah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ratusan santri Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memadati Masjid At-Taubah Masjid At-Taubah, Senin (23/02/2026). Dengan penuh kekhusyukan, mereka melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang diiringi tabuhan rebana grup habsyi internal Lapas.

Lantunan sholawat bergema merdu, menghadirkan ketenangan dan suasana religius yang mendalam. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat pembinaan kepribadian, membangun kesadaran spiritual, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa sholawat di bulan Ramadan memiliki makna yang sangat istimewa bagi Warga Binaan.

“Di bulan suci Ramadan ini, sholawat menjadi penguat hati bagi Warga Binaan. Melalui lantunan sholawat, mereka belajar menenangkan diri, memperbaiki niat, dan menumbuhkan harapan baru. Ramadan adalah momentum perubahan, dan sholawat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbaiki akhlak,” ungkapnya.

Salah satu santri Warga Binaan, Aspi, merasakan manfaat spiritual dari kegiatan tersebut.

“Ramadan membuat suasana lebih berbeda. Saat kami bersholawat bersama, hati terasa lebih lembut dan damai. Kami seperti diingatkan bahwa selalu ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Eddy Permana selaku Kasubsi Bimkemaswat menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual selama Ramadan.

“Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Sholawat yang dilantunkan bersama-sama menumbuhkan rasa kebersamaan, ketenangan batin, dan pengendalian diri. Ini menjadi bekal penting bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat nantinya,” jelas Eddy.

Kegiatan sholawat bersama ini menjadi bukti nyata bahwa Ramadan di Lapas bukan sekadar menjalani ibadah formalitas, melainkan momentum refleksi dan transformasi diri. (ysf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *