Berita

Camat Pondok Aren Hadiri Tradisi Ruwahan Gede di Kampung Ceger

×

Camat Pondok Aren Hadiri Tradisi Ruwahan Gede di Kampung Ceger

Sebarkan artikel ini

Tangsel-Kabarmetro.co

Camat Pondok Aren, H. Hendra, menghadiri pelaksanaan Tradisi Ruwahan Gede yang digelar di Kampung Ceger, Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri para ulama se-Kecamatan Pondok Aren serta tokoh masyarakat setempat.

Tradisi Ruwahan Gede merupakan warisan budaya Jawa yang dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Ruwahan sendiri dilakukan pada bulan Ruwah atau Sya’ban, sekitar satu bulan sebelum Ramadhan, sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para leluhur yang telah wafat.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat menggelar doa bersama dan ziarah makam, sekaligus membersihkan area pemakaman. Tradisi ini menjadi sarana mengirimkan doa bagi arwah keluarga dan leluhur, dengan harapan memperoleh ampunan dan ketenangan di alam kubur.

Selain kegiatan spiritual, Ruwahan juga diisi dengan sedekah makanan kepada sesama. Beberapa makanan khas yang dibagikan antara lain apem, ketan, dan kolak, yang memiliki makna simbolis sebagai ungkapan permohonan ampun, kebersamaan, dan rasa syukur.

Camat Pondok Aren, H. Hendra, menyampaikan bahwa Tradisi Ruwahan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Melalui Ruwahan, masyarakat dapat berkumpul, saling berbagi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Jawa yang mengajarkan penghormatan kepada leluhur sekaligus menjadi pengingat akan kematian. Oleh karena itu, pelestarian Ruwahan perlu terus dijaga sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat makna dalam menyambut ibadah Ramadhan.

Hingga kini, Tradisi Ruwahan Gede masih terus dilestarikan oleh masyarakat Pondok Aren sebagai bentuk menjaga budaya sekaligus memperkuat nilai religius dan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *