Berita

Kemenag Tangsel Sambut Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren

×

Kemenag Tangsel Sambut Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren

Sebarkan artikel ini

Tangsel-Kabarmetro.co

 

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas lahirnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai bagian dari penguatan kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pembentukan Ditjen Pesantren tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang Susunan Organisasi Kementerian Agama. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan keagamaan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan, H. Ahmad Rifaudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran Ditjen Pesantren menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pembinaan, serta pemberdayaan pesantren di seluruh Indonesia.

“Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan bentuk perhatian serius pemerintah terhadap eksistensi dan kontribusi pesantren. Kami berharap ke depan pesantren semakin berkembang, mandiri, dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berakhlak mulia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi Pakis) Kemenag Tangsel, Dr. H. Abdul Rojak, M.A., menambahkan bahwa kebijakan ini akan memperkuat koordinasi dan program pembinaan pesantren secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Dengan adanya Ditjen Pesantren, diharapkan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, sarana prasarana, serta kesejahteraan pesantren dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Kemenag Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola pondok pesantren, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren, diharapkan pesantren semakin berperan aktif dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat serta mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *