Tangsel-Kabarmetro.co
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan terus mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas profesionalisme guru melalui kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Kegiatan PKB ke-3 bertajuk “Meneguhkan Jati Diri Guru, Mendidik dengan Cinta, Meneladani dengan Integritas” tersebut digelar di Almahmmudah Manasik Training Center, Setu, Tangerang Selatan, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema Self Improvement One Minute Awareness for Teacher itu diikuti oleh guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Sejumlah narasumber turut hadir memberikan penguatan, di antaranya Coach Naqoy dan Bunda Dewi dari Naqoy Center serta Anrio Mafrizal dari MCKuadrat Character.
Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi para guru untuk memperkuat jati diri, meningkatkan kualitas kepribadian, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan peserta didik dan orang tua.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, menegaskan bahwa kompetensi guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pedagogik maupun penguasaan teknologi. Menurutnya, kompetensi kepribadian dan sosial juga harus dikembangkan secara seimbang.
“Guru perlu mendidik dengan cinta. Karena cinta, kita mendisiplinkan dan memberikan batas. Namun, disiplin harus mendidik, bukan melukai; menyadarkan, bukan mempermalukan,” ujar Ahmad.
Ia juga mengajak para guru untuk menghilangkan kesenjangan komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital, menurutnya, peran guru tetap membutuhkan sentuhan manusiawi melalui empati, perhatian, dan kasih sayang.
“Ketika high tech bertemu high touch, akan lahir high trust. Peserta didik percaya kepada gurunya, orang tua percaya kepada sekolah, dan masyarakat percaya kepada institusi pendidikan,” jelasnya.
Ahmad menambahkan, teknologi memang dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak, tetapi sentuhan dan keteladanan guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta kemanusiaan peserta didik.
Karena itu, guru diharapkan tidak hanya melihat perilaku yang tampak dari seorang siswa, tetapi juga berupaya memahami kondisi yang melatarbelakanginya.
“Guru perlu melihat lebih jauh dari perilaku yang tampak. Bukan hanya bertanya, ‘Apa kesalahan anak ini?’, tetapi juga, ‘Apa yang sedang terjadi dalam kehidupan anak ini? katanya.
Melalui kegiatan PKB tersebut, Kemenag Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas guru agar mampu menjadi sosok yang memberikan dampak positif bagi kehidupan dan masa depan peserta didik.
( Okta)














