kabarmetro
Malaka, NTT – Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur dari Yonarmed 12 Kostrad kembali menunjukkan keberhasilan pendekatan teritorial dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan.
Pada Minggu (19/04/2026), personel Kompi III Pos Fatuha menerima penyerahan 1 (satu) pucuk senjata api jenis Springfield laras panjang dari seorang warga atas nama Bapak PK (72), yang berdomisili di Dusun Fatuleki, Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka.
Penyerahan senjata tersebut dilakukan secara sukarela dan merupakan hasil dari pendekatan humanis yang secara konsisten dilaksanakan oleh personel Satgas melalui kegiatan pembinaan teritorial. Berbagai upaya seperti pelayanan kesehatan, komunikasi sosial, serta pemberian bantuan sembako telah membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan antara prajurit dan masyarakat setempat.
Selain itu, personel Satgas juga aktif memberikan edukasi terkait bahaya kepemilikan senjata api ilegal. Kesadaran tersebut mendorong Bapak PK untuk menyerahkan senjata peninggalan konflik Konflik Timor Timur yang selama ini disimpan di kediamannya. Senjata diserahkan dalam kondisi terbungkus karung dan selanjutnya diamankan oleh personel untuk diproses sesuai prosedur yang berlaku.
Komandan Pos Fatuha, Letda Arm Pijar Andarma Jaya, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari pendekatan persuasif yang mengedepankan kepedulian terhadap masyarakat.
“Melalui komunikasi yang baik dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, kami berupaya membangun kepercayaan. Penyerahan senjata ini menunjukkan meningkatnya kesadaran bersama dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan teritorial yang humanis mampu menciptakan rasa aman sekaligus meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan. (Penkostrad).
Autentikasi
Kapen Kostrad, Kolonel Arm Eko Pristiono, S.H., M.I.Pol














