Karier

Wujudkan Syiar Islam, Yayasan Tazkiyatul Qalbi Gelar Tradisi ‘Boyongan’ Madrasah ke Gedung Baru

×

Wujudkan Syiar Islam, Yayasan Tazkiyatul Qalbi Gelar Tradisi ‘Boyongan’ Madrasah ke Gedung Baru

Sebarkan artikel ini
Penyerahan Potongan Tumpeng Secara Simbolis Oleh Pengurus Yayasan dan Para Tokoh Ulama Setempat, Foto; Teguh/Kabarmetro co

Pemalang, kabarmetro co – Sebagai upaya memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda, Yayasan Tazkiyatul Qalbi menggelar kegiatan pindah tempat atau yang akrab dikenal dalam tradisi Jawa dengan istilah “Boyongan”. Prosesi perpindahan Madrasah Desa Gondang ini dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Selasa malam (21/07/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Tazkiyatul Qalbi, Dwi Junaedi; Pengasuh Yayasan, Ustadz Robbi Hidayat; Ketua Majelis Dzikir Sholawat, Mulyadi; serta jajaran pengurus yayasan, guru madrasah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

 

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Tazkiyatul Qalbi, Dwi Junaedi, mengungkapkan rasa syukurnya atas berdirinya bangunan madrasah yang baru. Ia menyebut pencapaian ini bukanlah melalui proses yang instan, melainkan buah dari perjuangan panjang.

 

“Berdirinya bangunan ini bukanlah perjalanan singkat. Banyak lika-liku yang kami hadapi di lapangan. Namun berkat dukungan penuh masyarakat Desa Gondang, para donatur, serta semangat para santri, akhirnya apa yang kita harapkan bersama dapat tercapai,” ujar Dwi Junaedi di hadapan para undangan.

 

Berawal dari Kepedulian Terhadap Pemuda

Senada dengan Dwi Junaedi, Pengasuh Yayasan, Ustadz Robbi Hidayat, menceritakan sejarah emosional di balik berdirinya yayasan tersebut. Ia mengisahkan bahwa gerakan ini bermula dari rasa pedulinya terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama para pemuda yang sering menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang produktif.

 

“Awalnya saya merasa terpanggil melihat anak-anak muda yang setiap hari hanya nongkrong tanpa kegiatan positif. Saya berusaha merangkul mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui jalur spiritual. Lambat laun, hati mereka tergugah dan mulai memperbaiki ibadahnya,” kenang Ustadz Robbi.

 

Setelah perjalanan panjang tersebut, Ustadz Robbi kemudian membentuk Majelis Dzikir Sholawat. Tak berhenti di situ, ia merasa prihatin melihat kondisi santri madrasah yang selama ini harus menumpang di lahan Mushola Nurul Hikmah Pasar Gondang. Keterbatasan tempat dinilai membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif.

 

Satu Gagasan, Satu Tujuan

Demi mewujudkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, Ustadz Robbi berkolaborasi dengan Ustadz Bahaudin Assegaf—sosok yang pertama kali berkontribusi besar dalam madrasah tersebut. Melalui kesamaan visi dan gagasan, madrasah tersebut akhirnya resmi diambil alih di bawah naungan Yayasan Tazkiyatul Qalbi agar memiliki legalitas hukum yang kuat dan diakui keberadaannya.

Puncak acara “Boyongan” ini diisi dengan pembacaan tahlil berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Bahaudin Assegaf. Seluruh santri, guru, dan warga tampak mengikuti doa bersama dengan khusyuk sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

 

Sebagai simbolis peresmian, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng. Dengan dilakukannya prosesi ini, bangunan madrasah baru tersebut secara resmi mulai difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar dan kegiatan keagamaan lainnya.

 

Melalui gedung baru ini, Yayasan Tazkiyatul Qalbi berharap dapat mencetak generasi islami yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan spiritu alitas yang tinggi. (Tgh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *