Karang Intan, Kabarmetro.co –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus melaksanakan pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Pada Kamis (5/11/2026), sejumlah warga binaan mengikuti kegiatan membaca Al-Qur’an di Masjid At-Taubah Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Petugas, Ardian, mendampingi dan mengawasi warga binaan selama mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, Lapas mendorong warga binaan membiasakan diri membaca Al-Qur’an, memperdalam pemahaman agama, serta mengisi waktu dengan aktivitas positif selama menjalani masa pembinaan.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an secara mandiri dan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib. Ardian mendampingi jalannya kegiatan sekaligus memastikan warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meluangkan waktu membaca Al-Qur’an dan menjadikan ibadah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Membaca Al-Qur’an memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus merenungkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan. Kegiatan ini juga membantu mereka menenangkan pikiran dan mengevaluasi diri. Lapas berharap kebiasaan tersebut dapat mendorong warga binaan memperbaiki sikap dan perilaku, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Ardian, menyampaikan bahwa kegiatan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu cara untuk mengarahkan warga binaan pada aktivitas yang bermanfaat sekaligus mendukung pembinaan kepribadian.
“Kami terus mendorong warga binaan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, salah satunya membaca Al-Qur’an. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan ini mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, dan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Harapannya, kebiasaan baik ini terus mereka jaga dan terapkan, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu warga binaan berinisial DA mengaku merasakan ketenangan saat membaca Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan untuk belajar agama dan memperbaiki diri.
“Dengan membaca Al-Qur’an, saya merasa lebih tenang dan memiliki waktu untuk merenungkan diri. Saya juga terdorong untuk terus memahami ajaran agama dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari. Harapannya, saya bisa mempertahankan kebiasaan ini dan menerapkannya setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui pembinaan keagamaan di Masjid At-Taubah, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan memperkuat keimanan dan membangun kebiasaan positif. Kegiatan membaca Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi kebiasaan baik yang terus mereka jaga dalam kehidupan sehari-hari.
Lapas berharap nilai-nilai keagamaan yang dipelajari dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, menjaga perilaku, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).














