*Kabarmetro.co-* Memasuki periode musim kemarau panjang persoalan ketersediaan air bersih menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Kabupaten Pemalang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang menyiapkan langkah alternatif dengan mengoptimalkan potensi sumber air yang berada di lingkungan masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan kembali sejumlah sumur milik warga yang selama ini tidak digunakan. Sumur tersebut sebenarnya berpotensi menjadi sumber air, namun kedalamannya yang mencapai puluhan meter membuat masyarakat kesulitan mengambil air secara manual.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPBD Pemalang memberikan dukungan berupa pengadaan alat penyedot air atau pompa yang disesuaikan dengan kondisi sumur warga.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi penanganan kekeringan, khususnya di wilayah Pemalang Selatan yang menghadapi tantangan ketersediaan air ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.
“Salah satu sumur warga dengan kedalaman puluhan meter dan lama tidak digunakan karena keterbatasan alat untuk mengambilnya, berada di Dusun Pen Pen, desa Mendelam , kecamatan Belik,, keberadaan sumur dengan kedalaman cukup lumayan ini sepenuhnya belum bisa dimanfaatkan, karena faktor kedalaman menjadi salah satu kendala utama, karena itu masyarakat membutuhkan tenaga dan peralatan khusus untuk mengambil air dari dasar sumur,” Ungkap Kepala BPBD Pemalang Agus Ikmalludin,saat ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu ( 9/9 ).
Dirinya menambahkan, Penggunaan pompa air menjadi alternatif yang memungkinkan, sumber air di dalam sumur dapat diangkat ke permukaan dengan lebih mudah.
Air kemudian dapat ditampung terlebih dahulu pada bak penampungan sehingga penggunaannya dapat diatur sesuai kebutuhan masyarakat.
“Namun pemanfaatan sumur warga tetap harus memperhatikan aspek keamanan dan kualitas air. Tidak semua air dari sumur otomatis layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehingga diperlukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu,” tambah Agus
Kepala BPBD Kabupaten Pemalang menyebut, pemanfaatan sumber air lokal merupakan salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan dalam menghadapi ancaman kekeringan.
“Kami mencoba mengoptimalkan potensi yang ada di masyarakat. Kalau ada sumur yang masih memiliki sumber air tetapi tidak digunakan karena kedalamannya puluhan meter, tentu bisa dipertimbangkan untuk dimanfaatkan dengan bantuan peralatan penyedot yang sesuai,” terang Agus .
Menurutnya, bantuan peralatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti seluruh pola distribusi air bersih, melainkan sebagai salah satu alternatif untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau.
“Distribusi air bersih tetap menjadi bagian penting ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air. Namun, kami juga perlu melihat sumber-sumber air yang masih tersedia agar dapat dimanfaatkan secara aman dan tepat,” tutupnya .
Kurangi Ketergantungan pada Distribusi Air Tangki. Krisis air pada musim kemarau biasanya membutuhkan respons cepat. Ketika sumber air warga mulai mengering, pemerintah harus menyiapkan distribusi air bersih menggunakan armada tangki ke wilayah terdampak.
Keberadaan sumur dalam yang masih mempunyai debit air dapat membantu menyediakan sumber air lokal sehingga kebutuhan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar wilayah.
Apabila satu sumur dapat digunakan secara optimal dan aman, sumber tersebut berpotensi melayani kebutuhan sejumlah warga di sekitarnya.
Meski demikian, kapasitas sumur, debit air dan kondisi lingkungan harus diperhitungkan agar pengambilan air tidak justru menimbulkan persoalan baru.
Peralatan Harus Disesuaikan dengan Kedalaman Sumur Pengadaan alat penyedot air juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Sumur dengan kedalaman puluhan meter membutuhkan pompa dan instalasi yang memiliki spesifikasi sesuai.
Selain pompa, diperlukan selang atau pipa dengan panjang yang mencukupi, sumber listrik atau perangkat pendukung lainnya, serta sistem pengamanan agar proses pengambilan air berlangsung dengan aman.
Masyarakat juga akan diberikan pemahaman mengenai cara pengoperasian dan perawatan peralatan sehingga bantuan tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek.
Perawatan secara berkala diperlukan agar pompa tetap dapat digunakan ketika kebutuhan air meningkat.
Kualitas Air Tetap Menjadi Prioritas Pemanfaatan sumur warga sebagai sumber air alternatif tidak berarti seluruh air dapat langsung dikonsumsi.
Kondisi fisik sumur, lingkungan sekitar, potensi pencemaran dan kualitas air perlu diperiksa. Air yang akan digunakan untuk minum atau memasak harus memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku.
Karena itu ,penanganan pemanfaatan sumur lebih dahulu diarahkan berdasarkan jenis kebutuhan.
Apabila hasil pemeriksaan menyatakan air layak untuk kebutuhan tertentu, penggunaannya dapat disesuaikan dengan hasil pengujian tersebut.
Pendekatan tersebut penting agar penanganan kekeringan tidak hanya berorientasi pada ketersediaan air, tetapi juga memperhatikan keamanan masyarakat.
Kesiapsiagaan Menghadapi Kemarau Kekeringan merupakan bencana yang penanganannya membutuhkan kesiapsiagaan sejak awal.
Pemerintah daerah bersama masyarakat perlu memetakan sumber-sumber air yang masih tersedia sebelum kondisi semakin parah.
Sumur warga yang selama ini tidak dimanfaatkan karena kedalaman dapat menjadi salah satu potensi yang dipetakan.
Dengan dukungan peralatan yang tepat, sumber air tersebut dapat diaktifkan kembali dan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di sekitar lokasi.
Selain itu, masyarakat juga perlu menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan sumur dan menghindari aktivitas yang berpotensi mencemari sumber air.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Upaya menghadapi kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat menjadi bagian penting, terutama dalam menjaga sumber air dan fasilitas yang telah tersedia.
Pemerintah desa dapat membantu melakukan pendataan sumur yang masih mempunyai potensi air, sedangkan perangkat teknis dapat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sumber dan kebutuhan peralatannya.
Dengan kolaborasi tersebut, penanganan kekeringan dapat dilakukan secara lebih terencana, bantuan alat penyedot air menjadi salah satu contoh pendekatan yang menggabungkan respons terhadap bencana dengan pemanfaatan potensi lokal.
Menjaga Air untuk Kebutuhan Bersama Pemanfaatan sumur warga juga membutuhkan kesepakatan mengenai penggunaan air. Apabila sebuah sumur berada di lingkungan padat penduduk, pengaturan distribusi menjadi penting agar air dapat dimanfaatkan secara adil.
Penggunaan air dapat diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat, dengan tetap memperhatikan kapasitas sumber air.














