Tangsel-Kabarmetro.co
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan menghadiri kegiatan Launching dan Penyerahan Simbolis Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan serta Pelatihan Metode Mengajar Al-Qur’an bagi guru TKQ, TPQ, dan IPQ se-Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Blandongan, Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 251 guru Al-Qur’an menerima manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi para pendidik yang selama ini berperan penting dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.
Hadir mewakili BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Wakil Ketua II Ahmad Rifai dan Wakil Ketua III Tarjuni, yang turut memberikan dukungan terhadap program peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi para guru Al-Qur’an di wilayah Tangerang Selatan.
Selain penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan metode mengajar Al-Qur’an yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran para guru. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal tambahan bagi para pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran Al-Qur’an secara efektif dan sesuai dengan perkembangan metode pendidikan.
Dalam sambutannya, Tarjuni menegaskan bahwa guru Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, para guru perlu mendapatkan perhatian, perlindungan, serta dukungan yang memadai agar dapat menjalankan tugas mulianya dengan lebih optimal.
“Guru Al-Qur’an merupakan garda terdepan dalam pembinaan karakter generasi muda. Sudah selayaknya mereka memperoleh perlindungan sosial dan dukungan yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan serta profesionalisme dalam mengajar,” ujarnya.
Melalui program ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap kesejahteraan para guru Al-Qur’an dapat semakin meningkat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an di Kota Tangerang Selatan. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pendidik dan masyarakat secara luas.
( Okta)












