Pemalang, kabarmetro.co– Cuaca ekstrem disertai curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang mengakibatkan sejumlah titik terendam banjir pada Senin (16/2/2026). Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Mengori, Kecamatan Pemalang.
Banjir yang menggenangi akses jalan desa hingga permukiman warga ini seolah menjadi “tamu rutin” setiap kali musim penghujan tiba. Pantauan di lokasi menunjukkan titik genangan terparah berada di wilayah RT 01 dan RT 05 Desa Mengori.
Kondisi ini dipicu oleh sistem drainase yang kurang optimal serta terjadinya pendangkalan pada aliran sungai (kali) di kawasan tersebut. Akibatnya, saluran air tidak mampu menampung debit air hujan yang meningkat drastis, sehingga air meluap ke jalanan dan rumah warga. Ironisnya, lokasi banjir ini berada sangat dekat dengan kawasan perumahan.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya sudah dianggap sebagai kejadian biasa karena frekuensinya yang sangat sering.
“Kawasan sini sudah kayak barang biasa (langganan). Setiap datang musim penghujan pasti banjir. Meski memang banjirnya tidak terlalu lama dan genangan airnya cepat surut, tapi tetap saja mengganggu aktivitas warga,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (16/2).
Namun, warga menyayangkan sikap pemerintah setempat yang dinilai kurang responsif. Meski menjadi wilayah yang paling parah terdampak setiap tahun, hingga kini belum ada langkah konkret untuk membenahi infrastruktur di desa tersebut.
“Sayangnya, meski sering terjadi banjir, sampai sekarang tidak pernah ada penanganan yang serius dari pihak pemerintah setempat. Kami berharap ada pengerukan kali atau perbaikan drainase supaya kami tidak terus-terusan kebanjiran,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan ketinggian air. Warga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pemalang agar permasalahan banjir tahunan di Desa Mengori ini segera mendapatkan solusi permanen. (TGH)














