Pemalang, kabarmetro.co – Suasana riuh dan padat mewarnai pusat niaga Pasar Pagi Pemalang pada Kamis pagi (19/3/2026). Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, ribuan warga menyerbu pasar yang terletak di Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang tersebut untuk berburu kebutuhan pokok.
Pantauan di lokasi menunjukkan hampir seluruh sudut pasar dipenuhi pembeli. Kios-kios kelontong dan pedagang sayuran menjadi titik paling ramai. Warga sengaja datang lebih awal untuk menyetok kebutuhan pangan, mengingat banyak pedagang yang diprediksi akan tutup sementara saat hari H Lebaran hingga beberapa hari setelahnya.
“Sengaja beli agak banyak untuk stok beberapa hari ke depan setelah Lebaran. Biasanya kan pasar sepi atau kios-kios banyak yang tutup karena pedagangnya libur Idul Fitri,” ujar salah seorang pengunjung.
Bahan pokok seperti sayuran, ikan, ayam, hingga daging sapi menjadi komoditas yang paling banyak diburu. Tak hanya itu, meski ragam kuliner modern kian menjamur, tradisi hidangan ketupat tampaknya masih belum tergoyahkan.
Ramainya pengunjung yang membawa kendaraan pribadi menyebabkan arus lalu lintas di depan Pasar Pagi Pemalang mengalami kemacetan di beberapa titik. Banyaknya kendaraan yang parkir hingga memakan bahu jalan membuat petugas parkir setempat kewalahan. Meski telah berupaya menata, volume kendaraan yang terus bertambah sejak pagi buta membuat situasi sulit terkendali.
Di tengah hiruk-pikuk pasar, awak media menemui Wahyu (40), seorang pengunjung asal Desa Kaligelang, Kecamatan Taman. Wahyu mengaku tidak pernah melewatkan momen membeli ketupat yang sudah jadi setiap tahunnya.
“Bagi saya, Lebaran Idul Fitri kalau tidak ada ketupat itu rasanya ada yang kurang. Meski sekarang zaman sudah modern dan banyak makanan beragam, ketupat tetap menjadi ‘nyawa’ dari hari raya,” ungkap Wahyu saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan bahwa bagi masyarakat setempat, ketupat bukan sekadar makanan pendamping opor ayam atau rendang, melainkan memiliki makna yang lebih dalam.
“Bukan sekadar makanan, tapi ketupat mempunyai banyak makna dan filosofi tentang sebuah kehidupan, tentang permintaan maaf dan kebersihan hati,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kepadatan di Pasar Pagi Pemalang masih terus berlangsung. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap barang bawaan dan bersabar saat menghadapi kemacetan di area sekitar pasar. (Teguh)












