Tangsel-Kabarmetro.co
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, menghadiri kegiatan Haflatul Wada’ Santri Angkatan XIX Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah yang berlangsung di Bintaro, Pondok Aren, pada Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan santri sekaligus ungkapan rasa syukur atas proses pendidikan yang telah dijalani para santri selama menempuh pembinaan ilmu pengetahuan, akhlak, dan spiritualitas di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Ahmad Rifaudin menegaskan bahwa pesantren merupakan taman ruhani yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kemampuan hafalan dan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari keteladanan, akhlak yang meneduhkan, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan para santri agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan kompas dalam menjalani kehidupan, sekaligus tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Masyarakat tidak hanya menunggu kecerdasan, tetapi juga keteladanan para santri. Jadilah generasi yang kokoh dalam prinsip, terbuka terhadap kemajuan, dan mampu menghadirkan nilai-nilai ilahiah di tengah perubahan zaman,” ujar Ahmad Rifaudin.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Rifaudin turut menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah yang dinilai konsisten dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan kebangsaan. Menurutnya, pesantren merupakan benteng moral bangsa yang memiliki peran strategis dalam penguatan karakter, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Haflatul Wada’ bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan pengingat bahwa ilmu yang diperoleh di pesantren harus terus dihidupkan melalui pengabdian dan keteladanan di tengah masyarakat.
“Dengan ilmu di tangan, adab di hati, dan Al-Qur’an sebagai pedoman, para santri diharapkan menjadi penyejuk serta pembawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tuturnya.
Melalui kegiatan Haflatul Wada’ ini, diharapkan para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikannya mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
( Okta)












