Tangsel-KabarMetro.co
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan mendorong penerapan Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya dipahami sebagai regulasi, tetapi juga diwujudkan dalam proses pembelajaran dan budaya madrasah.
Hal tersebut disampaikan Kasubbag TU Kemenag Tangsel, Ihsan Suryadi, saat membuka Sosialisasi dan Teknis Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta bagi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Ciputat, Sabtu (26/9/2026), di MIN 1 Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 110 peserta.
Ihsan mengatakan, kurikulum tidak sebatas dokumen, struktur mata pelajaran, perangkat pembelajaran, maupun administrasi. Menurutnya, kurikulum menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membentuk peserta didik yang berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, peduli, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama.
Ia menekankan, nilai-nilai cinta perlu diterapkan melalui cara mendidik yang mengedepankan kasih sayang, keteladanan, penghargaan terhadap martabat manusia, kepedulian, serta penghormatan terhadap perbedaan.
“Cinta dalam pendidikan adalah kemampuan mendidik dengan hati, membimbing dengan keteladanan, mendisiplinkan dengan cara yang mendidik, dan mengarahkan peserta didik agar berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Ihsan.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Soleha, menyebut Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar perubahan kebijakan, melainkan momentum untuk membangun cara pandang baru dalam mendidik.
Ia mengajak para peserta menerapkan hasil kegiatan di madrasah masing-masing, mulai dari cara menyapa peserta didik, memberikan teguran, menyelesaikan masalah, proses pembelajaran dan penilaian, hingga membangun budaya kerja.
“Jangan menunggu semuanya sempurna untuk memulai. Mulailah dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari cara kita memperlakukan anak-anak kita,” pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Tangsel berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta semakin terlihat dalam pembelajaran dan budaya madrasah, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian peserta didik.
( Okta)














